Jakarta (beritajatim.com) – Perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global menjadi salah satu tantangan terbesar dunia. Isu ini semakin mendominasi perhatian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP29 yang digelar di Baku, Azerbaijan, pada 11-22 November 2024, dengan mendorong percepatan target net zero karbon secara global.
Indonesia turut aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui berbagai inisiatif lingkungan, salah satunya rehabilitasi 600 ribu hektar lahan mangrove yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) melalui inisiatif Blibli Tiket Action turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan menanam 7.000 pohon mangrove di Kepulauan Seribu. Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Nasional 2024 dan sejalan dengan upaya pengurangan emisi karbon di bawah pilar keberlanjutan Blibli Tiket Action.
Kolaborasi ini melibatkan ecopreneur CarbonEthics dan mitra perbankan Bank Neo Commerce sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam menanggulangi perubahan iklim dan memperlambat kenaikan permukaan air laut.
Sebagian besar dari 7.000 pohon mangrove yang ditanam pada tahun 2024 diperoleh melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku bisnis. Di antaranya, 3.700 pohon berasal dari konversi kemasan pelanggan, program tukar tambah produk elektronik, dan donasi dari pelanggan serta karyawan Blibli Tiket.
Selain itu, 2.000 pohon ditanam berkat partisipasi 2.000 peserta Fresh Track 5K Run, sebuah acara yang diadakan oleh Ranch Market dan Farmers Market. Bank Neo Commerce juga berkontribusi dengan menyumbangkan 1.000 pohon, sementara 300 pohon lainnya diperoleh dari hasil lelang fesyen sirkular oleh desainer Rinda Salmun dalam Langkah Membumi Festival 2024.
Penanaman pohon mangrove dilakukan di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, sebagai bagian dari upaya memperkokohkan benteng alam yang melindungi wilayah pesisir Jakarta dari abrasi dan kerusakan.
“Aksi ini merupakan bentuk kolaborasi yang melibatkan pelanggan, karyawan, serta pelaku bisnis lainnya. Kami berharap langkah ini tidak hanya mendukung pelestarian blue carbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga meningkatkan ketahanan komunitas lokal melalui pelatihan dan peningkatan peluang pendapatan mereka,” ujar COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo.
Selain itu, CEO & Co-Founder CarbonEthics, Bimo Soewadji, menekankan bahwa upaya ini memperkuat peran mangrove di Kepulauan Seribu dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Blibli Tiket Action dalam rehabilitasi mangrove di Kepulauan Seribu, khususnya di Pulau Harapan, yang tidak hanya akan memperluas solusi iklim, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui sektor perikanan dan pariwisata,” ujar Bimo.
Inisiatif Aksi Cinta Bumi yang digagas sejak tahun 2020 oleh Blibli Tiket Action terus berlanjut dengan menanam pohon mangrove dan melakukan reboisasi di lahan-lahan kritis. Sejak 2021, Blibli Tiket Action telah menanam lebih dari 15 ribu pohon mangrove, dengan komitmen mendukung konservasi blue carbon, yakni karbon yang tersimpan dalam ekosistem laut dan pesisir yang memiliki kapasitas untuk menyerap karbon 10 kali lebih banyak dibandingkan hutan terestrial.
Dalam 20 tahun mendatang, aksi ini diperkirakan akan menyerap sekitar 231 ribu kilogram CO2, berkontribusi pada pelestarian biodiversitas laut, serta meningkatkan kualitas air bersih di wilayah pesisir.
Blibli Tiket Action berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan lingkungan dan mendampingi pemerintah dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dengan langkah konkret seperti rehabilitasi lahan mangrove ini. [beq]






