Pasuruan (beritajatim.com) – Untuk menekan angka stunting di setiap Kabupaten Kota di wilayah Jawa Timur, BKKBN Jatim membagikan sebanyak 120 kilogram telur. Pembagian telur ini rencananya akan dilakukan melalui mobil penerangan yang pertama kali beroperasi dari Kota Pasuruan.
Harapannya, dengan pemberian telur kepada setiap keluarga, kebutuhan gizi mereka dapat terpenuhi dalam waktu satu hingga dua minggu. Sehingga, setiap keluarga diharapkan bisa mengonsumsi dua kali telur dalam sehari.
Maria Ernawati, selaku Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, mengungkapkan bahwa angka stunting di Jawa Timur terus mengalami penurunan. Pada tahun 2021, angka stunting mencapai 23,5 persen, namun berhasil menurun 4,3 poin menjadi 19,2 persen pada tahun 2022.
“Lalu tahun 2023 ini, targetnya turun hingga 16 persen dan tahun 2024 mendatang angkanya bisa 13 persen sesuai ketetapan nasional,” kata Maria, Jumat (28/7/2022).
Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf, memberikan tanggapannya terhadap hal ini dengan menyatakan bahwa Kota Pasuruan saat ini mencatat angka stunting sekitar 18 hingga 19 persen, sedangkan pemerintah pusat menetapkan target sebesar 13 persen.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen untuk meningkatkan upaya dalam menanggulangi angka stunting dengan meluncurkan program baru. Program ini akan didukung oleh dana dari P-APBD yang saat ini sedang dirumuskan oleh DPRD Kota Pasuruan.
“Kita sedang memfinalkan perencanaan program stunting tingkat Kota Pasuruan. Program ini akan mengintegritaskan seluruh OPD setelah pengesahan P-APBD,” kata Gus Ipul. [ada/kun]
BACA JUGA:
Ini Titah Khofifah Soal Stunting di Hadapan Ribuan Muslimat NU






