Surabaya (beritajatim.com) – Pada tahun 2001, seorang perawat bertanya pada seorang penulis sains, pendidik, dan komentator asal Australia yang bernama Kar “Dr. Karl” Kruszelnicki mengenai sesuatu yang unik. Perawat tersebut ingin mengetahui apakah dirinya akan mengontaminasi ruang operasi tempatnya bekerja jika ia kentut secara diam-diam selama prosedur operasi dilakukan. Dr. Karl saat itu belum bisa menjawab secara pasti pertanyaan tersebut.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Karl menghubungi seorang ahli mikrobiologi asal Canberra, Luke Tennent. Luke Tennent kemudian meminta seseorang untuk kentut dalam 2 buah wadah. Luke Tennent meminta orang tersebut untuk kentut dengan masih menggunakan celana di wadah A dan kentut tanpa menggunakan celana di wadah B.
Berdasarkan hasil pengujiannya, Luke Tennent menemukan bahwa wadah A tetap bersih tanpa bakteri dan kuman apapun. Sementara wadah B mulai menunjukkan tumbuhnya bakteri dan kuman setelah semalam. Berdasarkan hasil tersebut, Luke Tennent dan Dr. Karl menyimpulkan bahwa pakaian yang digunakan berfungsi sebagai penghalang bakteri dan kuman yang mungkin keluar bersama kentut dari tubuh. Dr. Karl kemudian melaporkan temuannya ini pada edisi satir jurnal sains milik BMJ dan secara umum menyebutkan:
“Deduksi kami adalah bahwa zona enterik (area bakteri dan kuman ditemukan) yang ada pada wadah B disebabkan oleh kentut itu sendiri. Dengan begitu, kentut dapat menyebabkan infeksi jika emitornya telanjang, dan tidak akan menyebabkan infeksi jika emitornya berbusana.”
[berita-terkait number=”4″ tag=”tips-kesehatan”]
Meskipun begitu, Dr. Karl menyebutkan bahwa kita tidak perlu khawatir dengan temuan tersebut karena faktanya bakteri dan kuman yang ditemukan tidaklah berbahaya. Bahkan dikatakan bahwa bakteri yang ditemukan dapat dikategorikan sebagai bakteri baik yang sama dengan jenis bakteri yang ditemukan dalam yogurt.
Sementara itu baru-baru ini, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit China, tepatnya melalui salah satu kantor distriknya yang ada di Beijing meneliti lebih dalam tentang bakteri, kuman, dan virus apa saja yang dapat disebarkan seseorang melalui kentut dan menemukan bahwa kentut seseorang bisa menyebarkan novel coronavirus. [dwp/but]






