Malang (beritajatim.com) – Rahasia di balik prestasi akademik gemilang di STIE Malangkuçeçwara (ABM) terungkap, bukan dari buku teks, melainkan dari testimoni dua alumninya yang kini sukses menjadi anggota dewan. Mereka membeberkan kunci utama untuk bisa lulus cepat dengan IPK cumlaude adalah lingkungan belajar yang positif dan nyaman.
Hal itu disampaikan saat alumni tersebut menghadiri acara penanaman 150 anggrek oleh mahasiswa baru pada Selasa (15/9/2025). Testimoni ini membuktikan bahwa fondasi kesuksesan mereka kini diwariskan ke generasi selanjutnya.
Dr. H. Indra Permana, S.E., M.M., alumni S1 dan S2 yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS, menjadi saksi hidup dari dampak lingkungan kampus. Ia secara terang-terangan menyebut atmosfer hijau ABM sebagai faktor utama kesuksesan akademiknya.
“Lingkungan di sini membuat konsentrasi belajar menjadi penuh. Saya merasakan kenyamanan luar biasa. Hasilnya sangat konkret. Alhamdulillah, saya bisa lulus S1 dalam 3,5 tahun dan S2 hanya 1,5 tahun, dengan IPK 3,9. Ini adalah bukti bahwa ABM adalah tempat yang sangat layak untuk belajar karena lingkungannya benar-benar mendukung,” ungkap Indra.

Puguh Wiji Pamungkas, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga alumni, menguatkan testimoni tersebut. Menurutnya, kondisi nyaman itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari visi jangka panjang kampus dalam mempertahankan 50% areanya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Kampus ini secara sadar menciptakan milieu belajar yang positif. Dengan mempertahankan spot-spot belajar yang tropis dan menjaga keaslian hijau, kampus ini berhasil membuat para mahasiswa betah untuk belajar. Inilah yang membangun budaya belajar menjadi semakin positif dari generasi ke generasi,” jelas Puguh.
Acara penanaman anggrek yang dihadiri para alumni ini menjadi simbol bahwa resep sukses tersebut terus diwariskan. Wakil Ketua III STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., M.M., CA, menegaskan bahwa nilai-nilai yang membentuk alumni berprestasi seperti Indra dan Puguh, kini ditanamkan kepada 400 mahasiswa baru melalui tradisi cinta lingkungan.
Dukungan juga datang dari Walikota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., yang melihat langsung bagaimana model pendidikan berbasis lingkungan ini terbukti melahirkan SDM unggul yang kembali berkontribusi bagi kotanya. (dan/kun)






