Surabaya (beritajatim.com) – Hujan adalah fenomena alam yang kerap dinanti kedatangnnya. Bagi banyak orang, hujan adalah rahmat dan berkah. Namun, ketika hujan datang disertai awan gelap, angin kencang, dan juga petir atau kilat yang menyambar-nyambar, ia jadi tampak menakutkan.
Hal tersebut mungkin jadi alasan orang takut hujan-hujanan. Bermain air hujan juga dianggap sebagai penyebab seseorang jadi mudah terkena demam dan flu. Tahukah kamu bahwa sebenarnya air hujan mempunyai manfaat bagi tubuh? Berikut beberapa manfaat air hujan.
Hilangkan Stres
Mandi air hujan bisa menghilangkan stres. Hal ini mungkin saja karena tetesan air hujan yang segar dapat menjadi media merelaksasi diri. Seperti yang dilakukan anak-anak ketika bermain di tengah hujan, perasaan menyenangkan membuat hati terasa lebih bahagia. Sebagian orang bahkan menumpahkan perasaan emosionalnya pada air hujan. Seperti perasaan marah, sedih, dan lelah seolah dapat lebur bersamaan dengan derai air hujan.
Menjernihkan Pikiran
Rintik air hujan yang membasahi bumi membuat fikiran lebih rileks dan jernih. Selain karena suara derunya juga aromanya yang khas ketika terkena tanah jadi media relaksasi tersendiri bagi otak.
Menyegarkan Kulit
Tetesan air hujan juga dapat menyegarkan kulit, terlebih pada wajah yang kerap terpapar polusi atau debu di jalanan. Selain itu juga air hujan memberikan kesegaran pada tubuh yang sebelumnya cukup panas dan gerah setelah beraktivitas seharian. Hal ini karena air hujan dipercaya mempuyai Ph basa yang dapat melembabkan kulit.
Menambah Energi
Selain untuk mandi, air hujan juga bisa dikonsumsi atau diminum secara langsung. Kandungan dari air hujan bahakan dipercaya dapat mencegah kanker dan mengobati berbagai macam penyakit lainnya. Caranya pun cukup mudah, hanya dengan menampung air hujan di lahan kosong.
Pastikan tidak melewati perantara seperti kucuran dari genting dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar air hujan jadi lebih steril. Biasanya sebelum meminumnya, tetap harus melalui proses penyaringan. Namun, meskipun begitu, beberapa masyarakat perkotaan sudah sedikit yang melakukan hal ini karena udara atau polusi yang tinggi di kota dianggap telah mencemari air hujan itu sendiri. (fyi/tur)






