Surabaya (beritajatim.com) – Bagi yang sedang tengah terlilit utang dan bingung untuk melunasinya, Rasulullah SAW mengajarkan doanya.
Tingginya kebutuhan hidup dan pengeluaran tak terduga seringkali menjadi alasan untuk berhutang. Meski telah mendapatkan pinjaman dari orang terdekat atau lembaga keuangan, bukan berarti masalah telah selesai. Pinjaman tersebut merupakan hutang yang wajib untuk dibayar.
Bahkan, jika seseorang telah mampu untuk membayar hutang tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan untuk segera melunasinya.
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Mengulur-ngulur waktu pembayaran hutang oleh orang yang mampu merupakan perbuatan zalim. Dan jika salah seorang di antara kalian diikutkan (dialihkan hutangnya) kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya.”
Berbeda halnya dengan orang yang belum mampu untuk melunasi hutang, orang tersebut harus berikhtiar dan bekerja keras untuk bisa segera mengembalikannya.
Rasulullah SAW menyebutkan jika seseorang yang berhutang belum menyelesaikannya hingga meninggal, maka hal tersebut akan dilunasi di akhirat.
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah).
[berita-terkait number=”5″ tag=Covid-19″”]
Selain bekerja untuk melunasi hutang, Rasulullah SAW pernah mengajarkan sebuah doa kepada seorang sahabat Anshar yang sedang kebingungan karena terlilit hutang,
Hal ini sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud, yang bunyinya:
Disebutkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah.
Beliau kemudian menyapanya, “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?” Abu Umamah menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.” Beliau kembali bertanya, “Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?” Umamah menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:”
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”
Selanjutnya Abu Umamah menuturkan, “Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi utang.”
Demikian doa pelunas hutang ajaran Rasulullah SAW. Doa tersebut dapat dibaca ketika memasuki pagi dan sore hari. Dengan ijin Allah SWT, semoga utang dapat segera terlunasi.
[nap]






