Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jatim, Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini untuk memperkuat kepemimpinan dan tata kelola Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Pembekalan disampaikan Prof Muhammad Nuh. Ia menekankan pentingnya kesetiaan sebagai nilai dasar dalam memimpin Sekolah Rakyat, terutama dalam melayani anak-anak dari kelompok paling rentan.
“Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat adalah kesetiaan. Setia itu melebihi tanggung jawab dan tugas,” kata Prof Nuh dalam penyampaiannya, dikutip Minggu (18/1/2026).
Ia menyatakan, kehadiran negara paling nyata terlihat ketika anak-anak yang lemah tetap mendapatkan pendidikan bermutu. Menurut dia, pendidikan merupakan instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki keunikan yang harus ditemukan dan dikembangkan oleh sekolah. “Setiap manusia memiliki keunikan. Temukan keunikan itu sebagai modal sukses,” ujarnya.
Selain itu, Prof Nuh menekankan pentingnya kebiasaan baik dalam kepemimpinan pendidikan. Ia menyebut kualitas pribadi kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan tercermin dari konsistensi perilaku sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Nuh mengapresiasi Pemprov Jatim yang menginisiasi bimtek Sekolah Rakyat. Ia menyebut Jatim menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak yang telah beroperasi, yakni di 26 titik. “Jawa Timur harus menjadi contoh bagi provinsi lain,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan bahwa bimtek dilakukan untuk penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat, sekaligus penajaman indikator kinerja berbasis dampak.
Kemudian, penguatan pendampingan dan supervisi substantif serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, semua ini sesuai program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yaitu Jatim Cerdas.
“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan dan menyiapkan masa depån anak Indonesia,” katanya.
Bimtek ini dihadiri Gubernur Khofifah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemprov Jatim.
Pemprov Jatim menegaskan bimtek ini diarahkan pada penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat dan penajaman kinerja pendidikan berbasis dampak, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. [ipl/suf






