Sidoarjo (beritajatim.com) – Dewan Penasihat Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Timur Ir. H Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyebut debat Capres ketiga Minggu (7/1/2024) malam, keluar dari subtansi dan cenderung menyerang personal.
Hal itu disampaikan Bambang Haryo disela kunjungannya di Pasar Krempyeng Desa Sawotratap, Gedangan, dalam mengkampanyekan program makan gratis Prabowo-Gibran Selasa (9/1/2024).
Ia menganggap debat capres keluar dari subtansi tema debat yang disiapkan panelis. Bambang menyebut paslon nomer urut 1 dan 3 cenderung menyerang Prabowo secara personal dan tidak obyektif dalam memberikan pernyataan.
“Paslon 1 dan 3 ini cenderung menyerang personal dan tidak obyektif. Seperti misalnya mereka menilai prestasi Pak Prabowo dalam memimpin Kementrian Pertahanan. Masing-masing dari mereka memberikan nilai rendah, tanpa melihat data yang ada,” katanya.
Caleg DPR Dapil Jatim 1 dari Partai Gerindra itu menegaskan, nilai rendah yang diberikan dua paslon kepada Kemenhan tidak sesuai dengan data yang ada. Apalagi, Prabowo sendiri dinyatakan sebagai salah satu menteri terbaik di era Presiden Jokowi dan Kemenhan berkaitan langsung dengan Tiga Matra TNI dan semua komponen di dalamnya.
Menurutnya, Kemenhan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mendapat prestasi yang cukup baik. Baik dari dunia internasional dan dari pemerintah Indonesia sendiri. Bahkan, dia mengatakan anggaran dari pemerintah untuk Kemenhan sendiri meski terbilang kecil dibandingkan negara lain yang dapat dimaksimalkan oleh Prabowo Subianto.
“Sebagai contoh ini negara Singapura yang penduduknya lebih sedikit jauh daripada Indonesia anggaran kementerian pertahanan nya jauh lebih besar dari Indonesia. Nah ini perlu diketahui melalui Pak Prabowo anggaran Kemenhan ini dimaksimalkan untuk pertahanan negara. Tapi, bagaimana bisa dengan anggaran yang masih dibawah standar kementerian pertahanan kita masuk untuk 10 atau 5 besar negara dengan pertahanan terbaik di dunia,” ungkap anggota DPR RI periode 2009-2014 itu.
Bambang Haryo juga menyebut sederet prestasi Prabowo dalam memimpin Kementrian pertahanan antara lain, Universitas pertahanan diperluas pembentukan komponen cadangan (Komcad) di tubuh TNI hingga kuota pendidikan intelejen diperbanyak.
“Saya sangat menyayangkan penilaian dari Anies Baswedan kepada Pak Prabowo dalam memimpin Kemenhan. Padahal, pada suatu kesempatan Pak Prabowo ditanyai nilai dari kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta beliau menjawab dengan bijak tanpa menjatuhkan,” tegas Dewan Pakar DPP Partai Gerindra itu.
Bambang Haryo mengingat dalam pencalonan Anies Baswedan di pemilihan Gubernur DKI Jakarta semua anggota DPR RI fraksi Gerindra, diminta berkontribusi untuk biaya kampanye dan tidak sedikit pula bantuan yang diberikan Bambang Haryo saat itu. “Saya saja bantu senilai Rp 3 miliar,” pungkasnya. (isa/ian)






