Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Bhayangkara FC, Widodo CP mengakui jika lini tengah Persebaya cukup kuat dan susah ditaklukkan. Hal itu terbukti saat skuadnya kalah 2-1 atas tuan rumah Persebaya di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin (23/1/2023) sore.
Seperti diungkapkan dalam konferensi pers usai pertandingan, Widodo menilai timnya sudah sekuat tenaga berjuang keras menundukkan Persebaya. Namun, permainan Bajul Ijo cukup dinamis, terutama di lini tengah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Bhayangkara-FC”]
“Persebaya berbeda dari putaran pertama, perlini permainan nya cukup dinamis. Mereka berani memainkan bola, bahkan bermain bola cukup enjoy, tidak panik sama sekali walaupun banyak pemain muda bergabung didalamnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ruben Sanadi, pemain Bhayangkara FC asal Papua ini mengakui jika rekan-rekannya melakukan kesalahan dan itu menjadi salah satu bahan untuk evaluasi. “Kami fokus pertandingan selanjutnya, karena pertandingan masih panjang. Jadi kekalahan kami hari ini, akan menjadi bahan evaluasi kedepannya,” ungkap Ruben.
Bhayangkara FC harus menelan kekalahan di minggu ketiga melawan Persebaya. Di babak pertama, Putu Gede dkk sempat unggul dengan mendapat tendangan penalti. Namun sayang, di menit akhir babak pertama dan pertengahan babak kedua, Persebaya comeback dan mengubah skor menjadi 2-1. (way/kun)






