Bojonegoro (beritajatim.com) – Betonisasi jalan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro hingga saat ini sudah mencapai kurang lebih 662 Kilometer (Km). Tetapi, proyek tersebut ternyata hanya mengurangi sedikit warga miskin.
Jarak pembangunan jalan itu setara perjalanan darat dari Bojonegoro ke Bandung. Namun, peningkatan sarana transportasi jalan rigid beton tidak berdampak signifikan dalam menekan angka kemiskinan.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kemiskinan di Bojonegoro 2023 hanya sebesar 150 jiwa. Sementara, tingkat kemiskinan masih sangat tinggi.
Pembangunan Rigid Beton
Pembangunan peningkatan jalan rigid beton dimulai era kepemimpinan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah. Pada 2019, Pemkab Bojonegoro membangun jalan sepanjang 136 kilometer, dilanjutkan pada 2020 sepanjang 114 Km.
Pada 2021, jalan rigid beton dibangun lagi sepanjang 190 kilometer. Sehingga dalam tiga tahun, panjang jalan yang dibangun mencapai 440 Km.
Sedangkan pada 2022, Pemkab Bojonegoro merampungkan pelebaran ruas jalan nasional. Ruas jalan nasional jurusan Bojonegoro – Surabaya yang dibangun sepanjang 20 Km.
Untuk rigid beton di 2022, sesuai yang dirilis Pemkab Bojonegoro kurang lebih ada pembangunan jalan sepanjang 49,006 Km. Dilanjut pada 2023 dengan total panjang 173,84 Km, di 70 titik di wilayah Bojonegoro.

Selama kepemimpinan Bupati Bojonegoro periode 2018-2023 itu, pembangunan infrastruktur jalan menjadi program prioritas. Program peningkatan jalan diharapkan bisa mempermudah akses transportasi dan perekonomian masyarakat.
Dalam kesempatannya, Anna Mu’awanah mengatakan, pembangunan jalan rigid beton itu juga untuk membangun peradaban baru Bojonegoro yang lebih modern. Selain itu, juga sebagai percontohan bagi daerah lain.
Sementara dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kabid Bina Marga 1 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro, Radityo Bismoko tidak memberikan jawaban terkait penganggaran untuk peningkatan jalan rigid beton untuk tahun anggaran 2024.
Penurunan Kemiskinan di Bojonegoro
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro merilis, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan/GK) di Kabupaten Bojonegoro pada Maret 2023 mencapai 153,25 ribu jiwa.
Jumlah tersebut menurun sebesar 150 jiwa, bila dibandingkan dengan kondisi Maret 2022 sebesar 153,40 ribu jiwa.
Sementara, persentase penduduk miskin di Kabupaten Bojonegoro juga mengalami penurunan dari 12,21 persen pada Maret 2022 menjadi sebesar 12,18 persen pada Maret 2023.
Untuk Garis Kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada Maret 2023 sebesar Rp435.936 per kapita per bulan, bertambah sebesar Rp32.533 per kapita per bulan atau meningkat sebesar 8,065 persen, bila dibandingkan kondisi Maret 2022 sebesar Rp403.403.
Sedangkan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Bojonegoro Maret 2023 sebesar 1,94, mengalami kenaikan sebesar 0,04 poin dibandingkan Maret 2022 yaitu 1,90.
Kemudian untuk Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kabupaten Bojonegoro Maret 2023 sebesar 0,49 mengalami peningkatan sebesar 0,09 poin dibandingkan Maret 2022 yaitu 0,40. [lus/beq]







1 Komentar
Perhatikan rakyat Sambong,Purwosari,korgan,mbulu,banyak pengangguran.itu tidak jauh dari pusat pengeboran minyak,yg seharusnya makmur,mreka dkasih kerja dng cara apapun.l..itu yg harus diutamakan.dilihat di dari luar makmur,Apbd paling besar.tapi bukti realnya,cari makan saja susah.