Malang (beritajatim.com) – Sejumlah organisasi masyarakat menginginkan sektor pariwisata tumbuh berkembang. Hal itu disampaikan saat bertatap muka dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno.
Dalam kunjungan hari pertama di Museum Panji Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sandiaga berdiskusi cukup lama dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata”]
Menurut Sandiaga, pihaknya mengapresiasi semangat yang ditunjukkan pelaku ekonomi kreatif serta pengusaha di bidang pariwisata saat ini. Terlebih pada inovasi dan adaptasi para pelaku parekraf di tengah kesulitan perekonomian yang diakibatkan pandemi covid-19.
Kemenparekraf juga akan meluncurkan sejumlah program yang berkeadilan. Hal itu untuk memulihkan sektor parekraf dalam menyambut era pariwisata baru. Program tersebut antara lain pelatihan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).
“Kami akan hadir dengan program-program yang meningkatkan keterampilan dari para pelaku usaha ini untuk mereka bisa beradaptasi, khususnya di bidang teknologi digital dan juga protokol kesehatan. Kami ingin mereka mampu untuk mengambil peluang-peluang agar mereka bisa menjadi pengusaha yang naik kelas di masa depan,” ungkap Sandiaga Uno.
Sandiaga yakin Covid-19 juga memaksa Kemenparekraf untuk hadir dengan kebijakan yang berkeadilan. Sehingga ada tindakan nyata untuk menyentuh apa yang diperlukan pelaku ekraf. “Jadi program-program ini kami minta dikawal, kami ingin pastikan programnya tepat sasaran kepada mereka yang betul-betul membutuhkan,” tambah Sandi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sandiaga-uno”]
Sandiaga Uno juga menyampaikan target terkait peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini disebut nantinya juga akan sejalan dengan konsep pariwisata era baru. Antara lain personalized, customized, localized dan smaller in sized yang difokuskan pada penciptaan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. “Jadi memang kuantitasnya sedikit, tetapi kualitasnya bisa lebih meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, DPD Jaringan Organisasi Masyarakat Nusantara (Joman) Jawa Timur memberikan usulan terkait wisata religi agar bisa tumbuh kembang. “Di sini yang diminta sama Menteri Pariwisata Sandiaga Uno itu terkait dengan pariwisata religi, dari awal kami sampaikan ke beliau dan beliau respect sekali terkait hal ini,” kata Arief Choiri, Ketua DPD Joman Jatim.
Di Malang Raya sendiri, Joman juga ingin membantu membangkitkan kembali pariwisata. Hal itu juga perlu adanya kebijakan pengelolaan tempat wisata alam seperti milik perhutani dan wisata pantai yang dikelolah oleh pemerintah. “Dengan mengusulkan swastanisasi pengelolaan dengan juga memberdayakan UMKM dan Industri Kreatif,” papar Arief.
Joman juga menyampaikan usulan untuk meningkatkan sosialisasi dan kunjungan wisata di dunia pendidikan. “Agar wisata edukasi seperti museum dan wisata agro lebih berdaya dan bangkit kembali. Upaya membangkitkan kembali dengan melakukan kerjasama dengan Diknas agar mengarahkan pelajar untuk wisata edukasi,” pungkasnya. [yog/suf]
Berikut Usulan dan Konsep DPD Joman Jawa Timur untuk Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif :
Konsep Wisata di Malang Raya oleh DPD Joman Malang :
1. Dalam membangkitkan kembali pariwisata perlu adanya kebijakan pengelolaan tempat wisata alam milik perhutani dan wisata pantai yang dikelolah oleh pemerintah, dengan mengusulkan swastanisasi pengelolaan dengan juga memberdayakan UMKM dan Industri Kreatif.
2. Meningkatkan sosialisasi dan kunjungan wisata di dunia pendidikan agar wisata edukasi seperti museum dan wisata agro lebih berdaya dan bangkit kembali. Upaya membangkitkan kembali dengan melakukan kerjasama dengan diknas agar mengarahkan pelajar untuk wisata edukasi.
3. Pembuatan MCK Eksklusif ala Joman di tempat-tempat wisata di Malang dan Mojokerto.
Konsep Wisata di Mojokerto oleh DPC Joman Mojokerto
1. Menggerakan kembali wisata trowulan Mojokerto yang identik dengan Mojopahit dengan mengadakan event wisata religi peninggalan Mojopahit agar wisata Mojopahit yang terdiri banyak Candi di Area Mojokerto lebih hidup dan berdaya dan lebih di kenal masyarakat Internasional.
2. Mengusulkan adanya event sport tourism bertema Mojopahit Night Run atau Mojopahit Run sekala internasional dengan rute melewati ratusan candi peninggalan Mojopahit.
3. Mengusulkan adanya event wisata pasar tempo doloe dan festival Mojopahit di salah satu area candi peninggalan Mojopahit dengan menampilkan segala contain Majopahit dan industri kreatif khas Mojopahit.
Konsep Wisata di Lamongan oleh DPC Joman Lamongan
1. Pengembangan Wisata Segitiga Emas yang menghubungkan Wisata Religi Sunan Drajad, Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Makam Sunan Sendang Dhuwur
2. WBL banyak dikunjungi wisata yang mencapai ratusan ribu namun belum ada jalan akses menghubungkan dengan makam sunan Sendang Dhuwur dan tidak ada parkir yang representatif.
Perlu adanya jalan akses berupa pembebasan lahan untuk menghubungkan antara wisata religi makam Sunan Drajad dengan Sunan Sendang Dhuwur
Di area kawasan Sunan Sendang Dhuwur sangat sangat repersentatif untuk pengembangan ekonomi kreatif karena didaerah sana banyak pengrajin batik, emas dan industri makanan dari bahan perikanan.
Konsep Wisata di Sidoarjo oleh DPD Joman Sidoarjo :
1. Joman Kabupaten Sidoarjo sudah menyiapkan lahan untuk konsep Musieum Pertanian Indonesia dan sangat membutuhkan support dari Kementerian Pariwisata
2. Meminta membantu kembali menghidupkan Legenda Wisata Industri Kretif Tanggulangin di Kabupaten Sidoarjo yang lumpuh akibat Lumpur Lapindo dan Covid-19.






