Jombang (beritajatim.com) – PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Jerman bertemu dengan Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Queen Al Azhar Darul Ulum Peterongan Jombang Jawa Timur, KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Memang sudah sepekan ini Gus Hans melakukan tugas ke Eropa. Salah satunya adalah Jerman. Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Ketua PCINU Jerman, Habib Husein Alkaff. Namun yang paling penting adalah peluang anak muda dari Jombang bisa kuliah sambal bekerja di negeri berbentuk federasi itu.
Gus Hans lalu menceritakan pertemuannya dengan Ketua PCINU Jerman Habib Husen dan Ketua PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Berlin-Bradenburg, Nicholas Justin Airlangga. “Saya sudah bertemu keduanya. Ada kesempatan khusus bagi mahasiswa untuk bisa meneruskan studi sekaligus bekerja di Jerman. Artinya, studi sekaligus mendapatkan gaji,” ujar Gus Hans yang juga Wakil Rektor Unipdu Bidang Kerja sama, Rabu (15/5/2024).
Gus Hans berjanji akan memberi kesempatan khusus bagi anak-anak muda Jombang. Pasalnya, tawaran tersebut sangat menggiurkan. Kuliah sambil bekerja di Jerman gajinya kisaran Rp25 sampai Rp30 juta. “Tunggu tanggal mainnya di Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) Jombang,” katanya.
Ketua PCINU Jerman, Habib Husein Alkaff membenarkan hal tersebut. Program itu kalau di Indonesia disebut vokasi. Yakni kombinasi antara belajar dan bekerja. Prosesnya secara umum memakan Waktu tiga tahun.
Selama itu, setengahnya melakukan praktik yang dipelajari, sedangkan setengahnya lagi belajar. Nah, dalam melakukan praktik tersebut terdapat gaji. “Untuk peluangnya macam-macam. Ada di bidang Kesehatan seperti perawat maupun klinik. Bisa juga di bidang teknik (elektronika, IT),” kata Habib.
Habib menegaskan bahwa peluang-peluang tersebut terbuka lebar di Jerman. “Untuk itu Jerman sangat membutuhkan anak-anak muda dalam program vokasi tersebut,” kata Habib Husen.
Gus Hans menambahkan apa yang dilakukannya merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka meningkatkan indek pembangunan manusia di Jombang. Karena selama ini indek tersebut masih di bawah Mojokerto dan Surabaya.
Dengan program ini, lanjut Gus Hans, harapannya akses pendidikan dan ekonomi bisa meningkat. “Dengan begitu pembangunan masyarakat di Jombang juga meningkat. Ini harus dilakukan terus menerus dan melibatkan semua pihak,” pungkasnya. [suf]






