Surabaya (beritajatim.com) – Federico Bernardeschi merupakan pemain sepak bola profesional berkebangsaan Italia. Saat membela Fiorentina, Bernardeschi terbilang cukup bersinar dalam permainannya. Di Fiorentina Bernardeschi dianggap sebagai arsitek serangan dan bersinonim dengan sepak bola berkualitas.
Sosok Bernardeschi sebagai pemain nomor 10 di lini depan Fiorentina sanga berkualitas. Ia adalah jantung serangan bagi Fiorentina, kemampuan Bernardeschi dalam membagi bola dan determinasinya di lapangan jadi nilai lebih hingga membuat Juventus kepincut merekrutnya. Namun sayang, usai hengkang ke Juve Bernardeschi justru melempem.
Bermain untuk klub seperti Juventus sebenarnya hal yang tak bisa disia-siakan oleh seorang pemain. Apalagi saat didatangkan ke markas Juve Bernardeschi dibanderol dengan harga cukup mahal.
Namun, meski berstatus sebagai pemain dengan harga yang mahal, tidak turut serta menunjukkan bahwa performanya baik-baik saja. Bernardeschi justru kesulitan bermain untuk salah satu klub tersukses di Italia itu. Ada beberapa hal yang menyebabkan Bernardeschi mengalami hal tersebut.
Gagal Berkembang
Bernardeschi dinilai telah gagal berkembang meski sudah 4 musim membela Juventus. Dibeli dari Fiorentina seharga 40 juta euro, Bernardeschi telah bermain sebanyak 150 pertandingan lebih. Artinya, setiap musim, Bernardeschi hanya bermain sekitar 37 kali.
Kurang Memaksimalkan Posisi
Hingga saat ini, Bernardeschi jarang menjadi starter karena dianggap gagal berkembang, terlebih saat Juventus masih ditangani Andrea Pirlo. Bernardeschi dinilai bagus saat berperan sebagai penyerang. Namun dia sempat dimainkan pada posisi lain seperti bek sayap, sehingga dianggap tidak mampu memenuhinya.
Persaingan dengan Pemain Lain
Juventus memiliki tendensi bermain dengan skema 4-2-3-1 atau 4-3-1-2, dan Bernardeschi secara mengejutkan tidak dimainkan sebagai nomor 10. Ia lantas dipaksakan bermain melebar dengan tugas bertahan dibandingkan menyerang.
Pemain berusia 27 tahun ini dianggap inkonsisten bersama Si Nyonya Tua. Penempatan posisinya yang harus melebar, memaksa Bernardeschi kesulitan menunjukkan permainan terbaiknya.
Penampilan dirinya sempat membaik di bawah arahan Maurizio Sarri yang mengembalikan posisi sebagai nomor 10 di belakang penyerang. Namun, penampilan apik Paulo Dybala dan Federico Chiesa kembali memaksa Bernardeschi tidak mendapatkan tempat di tim utama.
Disarankan Pindah
Melihat kondisi itu, mantan gelandang Juve yaitu Angelo Di Livio, menyebut jika sebaiknya Bernardeschi pindah klub demi kebaikan karirnya. Semua tidak lepas dari penampilannya yang kurang mengesankan. Bagi Di Livio, hanya sekitar 30% peluang Bernardeschi untuk dimainkan setiap pertandingan yang dijalani Juventus.
Itulah beberapa alasan yang menyebabkan si anak emas La Viola kini harus melempem bersama Juventus. [dan/tur]






