Malang (beritajatim.com) – Saat ini, Indonesia memasuki era bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk usia produktif jauh lebih banyak. Berdasarkan data yang dihimpun dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa pada Juni 2022.
Dari jumlah tersebut, ada 190,83 juta jiwa (69,3 persen) penduduk Indonesia yang masuk kategori usia produktif (15-64 tahun). Terdapat pula 84,53 juta jiwa (30,7 persen) penduduk yang masuk kategori usia tidak produktif.
Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya. ini akan menjadi modal penting untuk membangun untuk menuju 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045.
Sesuai data tersebut, artinya, jumlah pemuda bakal semakin bertambah. Mereka dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Jika tidak, akan menambah angka pengangguran yang cukup tinggi hingga konflik sosial.
Namun, dengan adanya perubahan zaman, pemuda Indonesia tak akan kehabisan akal untuk melakukan inovasi dan perubahan. Seperti yang dilakukan oleh Rayi Yanu Tara, Direktur Utama PT Hash Rekayasa Teknologi.
Pria berusia 35 tahun ini menguraikan, bisnis tersebut tercetus saat ia menjalani studi S3 di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST).
“Ceritanya, saat itu beasiswa saya habis. Akhirnya, saya mulai putar otak, apa yang saya harus lakukan untuk bertahan disini,” terang pria yang akrab disapa Rayi ini.
Saat itu, Rayi mulai melakukan pendekatan dengan tim kedutaan besar Republik Indonesia di Taiwan untuk bekerja paruh waktu. Dari sanalah, ia mulai mendapat banyak kenalan dan mulai mengasah keahliannya di bidang IT.
“Saat itu, sekitar tahun 2016, saya dan tim mendapat kepercayaan untuk menangani proyek pengembangan custom software, seperti web dan mobile apps,” jelas Rayi.
Baca Juga: Hash Rekayasa Teknologi, Perusahaan Software Asal Malang Bikin Solusi Perlindungan Data
Berdasarkan pengalaman dan banyak jejaring, Rayi dan timnya akhirnya mendapat kesempatan untuk mengerjakan proyek baru, yakni bermitra dengan PT Telekomunikasi International (Telin) yang beroperasi di Taiwan.
“Kemudian, mulai berkembang dan mendapatkan proyek di perusahaan yang sama di wilayah Malaysia dan Hongkong,” kata pria asal Malang ini.
Tak berhenti sampai disitu, Rayi terus melakukan inovasi. Ia mengikuti betul perkembangan zaman yang ada. Apalagi, saat ini, Indonesia sedang gencar menjalani program yang berhubungan dengan digitalisasi.
“Kemudian, tahun 2020, belajar dari pengalaman, dari semua sistem yang kami handle, security menjadi hal krusial. Security itu salah satu hal yang mempengaruhi kehandalan software,” lanjut Rayi.
Melihat potensi tersebut, Rayi dan timnya kemudian memutuskan untuk pelan-pelan melakukan pivot ke arah keamanan data dan aplikasi.
“Secara umum, kami tidak hanya bergerak di software house saja, namun juga fokus ke area keamanan data, khususnya terkait database aplikasi. Kami tidak bisa pungkiri banyak pihak mampu membangun software atau aplikasi. Tapi, kebanyakan tidak paham cara menerapkan pengamanan yang tepat. Disitulah kami hadir,” papar pria yang memiliki kantor di Jalan Bantaran, Kota Malang, ini.
Saat ini, perusahaan tersebut sudah memiliki klien tetap dari PT Telekomunikasi Internasional (Telin) yang beroperasi di Taiwan, Malaysia dan Hongkong.
“Harapannya, kami ingin menjadi salah satu perusahaan yang berkontribusi untuk perlindungan data dan aplikasi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui inovasi produk dan layanan,” papar dia.
“Kami ingin bisa banyak membantu menjadi solusi yang menyelesaikan tantangan keamanan siber,” imbuh dia.
Tentang Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.
===========
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






