Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya dalam 5 laga ke depan dipastikan bertanding tanpa suporter alias Bonek di stadion. Hal ini dikarenakan tim asal kota Surabaya ini mendapatkan hukuman pasca tergedi kerusuhan suporter di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, 18 September 2022 lalu.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso meminta pemainnya tetap fokus memberikan permainan terbaik. Menurutnya, ada atau tidak penonton, bukan menjadikan alasan para pemain untuk bermain loyo.
“Memang tentu berbeda jika bermain dengan adanya suporter. Karena yang lain sudah boleh ada suporter di stadion tapi kami tidak. Namun saya rasa tidak berpengaruh besar karena kemarin putaran pertama juga tanpa penonton imbas tragedi Kanjuruhan, yang penting pemain bagus,” ungkap Aji Santoso.
Dia percaya jika Bonek atau suporter Persebaya mematuhi peraturan hukuman yang diberikan oleh tim. Salah satunya dengan tidak datang ke lokasi pertandingan. Kepatuhan ini juga membantu fokus tim untuk meraih hasil terbaik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
“Suporter Persebaya ini saya rasa sudah dewasa, mereka tahu tidak diperbolehkan datang ke stadion karena status sudah jelas. Yang terpenting kami akan berikan ya terbaik untuk suporter dan mendukung tim dari layar kaca,” ucapnya.
Diketahui sebelumnya, Persebaya Surabaya mendapatkan hukuman oleh Komite Disiplin PSSI lima pertandingan home tanpa penonton. Hukuman imbas ricuh saat melawan Rans Nusantara di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. [way/but]






