Ponorogo (beritajatim.com) – Festival Literasi Ponorogo berlangsung meriah dan di luar ekspektasi. Salah satu panitia penyelenggara, Rudi, mengungkapkan bahwa buku yang tersedia dalam acara ini mencapai 55.000 buku, melebihi target awal yang hanya 40.000 buku.
Peningkatan jumlah tersebut disebabkan oleh antusiasme luar biasa dari penerbit nasional yang berpartisipasi dalam acara ini.
“Kami awalnya menargetkan 40.000 buku, tetapi karena minat yang begitu besar dari para penerbit, jumlah buku yang tersedia dalam festival ini melampaui target hingga 55.000,” kata Rudi, Senin (07/10/2024).
Festival ini menawarkan berbagai kategori buku, mulai dari agama, buku anak, novel & fiksi, non-fiksi, pengetahuan umum, referensi, parenting & family, sejarah, biografi, hingga buku-buku terjemahan pilihan dari Asia.
Beragam pilihan ini menjadikan acara tersebut menarik minat banyak kalangan, baik dari anak-anak hingga dewasa, pencinta fiksi maupun buku ilmiah.
Festival Literasi Ponorogo memulai rangkaian acaranya dengan soft opening pada malam tanggal 27 September 2024 lalu, sehari sebelum acara puncak grand opening.
Menurut Rudi, baik saat soft opening maupun grand opening, pengunjung datang berbondong-bondong, tidak hanya untuk menikmati suasana festival, tetapi juga untuk membeli buku.
“Sambutan dari masyarakat sangat positif. Bahkan pada saat soft opening* saja sudah banyak yang datang, dan di hari grand opening jumlah pengunjung semakin membludak. Hari-hari setelah dibukanya Festival Literasi Ponorogo ini pun juga banyak. Hal ini menunjukkan bahwa minat literasi masyarakat Ponorogo sangat tinggi,” ungkap Rudi.
Selain penjualan buku, Festival Literasi Ponorogo juga menyelenggarakan berbagai lomba. Kuota peserta lomba langsung terpenuhi sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Festival ini juga mencatat momen menarik ketika salah satu pengunjung memborong buku senilai Rp5 juta dalam satu kali transaksi, menunjukkan betapa tingginya apresiasi pengunjung terhadap festival ini.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan dan meningkatkan literasi, tetapi juga menjadi wadah interaksi antara penerbit, penulis, dan masyarakat yang semakin memperkuat budaya baca di Ponorogo.
“Ya semoga Festival Literasi Ponorogo dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang,” tutup Rudi.
Untuk diketahui sebelumnya, setelah sukses di tahun 2023 lalu, Festival Literasi Ponorogo kembali hadir di tahun 2024 ini. Bertempat di Terrasenja Jalan Urip Sumoharjo nomor 72 Kelurahan Mangkujayan Ponorogo, acara itu berlangsung selama sebulan. Yakni sejak tanggal 28 September hingga 27 Oktober 2024. Dengan terlaksananya Festival Literasi Ponorogo 2024, diharapkan akses terhadap buku dan literatur di Ponorogo semakin mudah dan merata. (end/ted)






