Ponorogo (beritajatim.com) – Masjid Jami Tegalsari sangat khas dengan nuansa spiritual dan kultural. Itulah kesan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa yang beberapa hari lalu mengunjungi destinasi wisata religi andalan Kabupaten Ponorogo, komplek makam Kiai Ageng Muhammad Besari di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Ponorogo.
Menurut orang nomor satu di Jatim itu, masjid tersebut kental akan unsur budaya Jawa. Kontruksi bangunannya dengan 36 tiang kokoh dari kayu jati tanpa paku. Semua kayu jati tersebut dikuatkan dengan pasak kayu. Jumlah tiang itupun mengandung arti jumlah wali (3+6=9) yakni Wali Songo yang menyebarkan agama islam di tanah Jawa.
Kubah masjid terbuat dari tanah liat yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang. “Masjid Jami Tegalsari ini, menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia,” ungkap Khofifah, ditulis Rabu (5/4/2023).
BACA JUGA:
Masjid Godekan Parang Dibangun Tahun 1840 oleh Pengikut Pangeran Diponegoro
Masjid Jami Tegalsari ini, juga tercatat sebagai bangunan cagar budaya. Hal tersebut berdasarkan Undang-undang RI No 5 Tahun 1992. Dari bangunannya saja, bisa lihat bahwa nuansa budaya Jawa sangat kental dan unsur kekunoannya sangat terlihat. Bangunan ibadah umat Islam ini, juga menjadi salah satu masjid bersejarah di Indonesia.
Keberadaan masjid ini erat kaitannya dengan sejarah dakwah pada masa lampau. Dimana Tegalsari memiliki nilai sejarah dan semangat dakwah Islam yang besar. Hal tersebut, tidak terlepas dari sosok Kiai Ageng Muhammad Besari, selain mendirikan masjid juga menyebarkan agama Islam. Kiai Ageng juga mendirikan pondok pesantren dengan ribuan santri kala itu.
“Kiai Besari memberikan ilmu syariat, akidah, tasawuf atau akhlak, hingga kesenian Jawa, khususnya sastra. Beliau zuriahnya (keturunannya) Subhanallah dari orang yang sholeh dan sholehah. Beliau bisa memberseiringkan bagaimana menjadi ulama dan jadi umarah. Kedalaman keilmuannya luar biasa,” katanya.
BACA JUGA:
Mitos Dibangun Oleh Makhluk Gaib, Ini Sejarah Masjid Tiban Malang
Komplek Masjid Tegalsari ini, terdiri dari tiga bagian yaitu Dalem Gede merupakan kerajaan kecil yang dulunya merupakan pusat pemerintahan. Kemudian sebuah masjid serta komplek makam Kiai Ageng Muhammad Besari. Selain beribadah di masjid, Gubernur Khofifah yang juga didampingi oleh Bupati Sugiri Sancoko juga berkesempatan untuk berziarah ke makam Kiai Ageng Muhammad Besari.
Makam ini menjadi salah satu wisata religi yang banyak dikunjungi para peziarah dan santri. Tidak hanya peziarah dari Kabupaten Ponorogo saja, namun juga berasal dari luar kota. Makam Kiai Ageng Muhammad Besari menjadi salah satu wisata religi yang banyak dikunjungi para peziarah dan santri. Tidak hanya datang dari wilayah Ponorogo, tapi juga banyak peziarah yang datang dari luar kota.
BACA JUGA:
Mengulik Cerita Sejarah Masjid Tiang Satu di Tuban
“Sebelum ke Tegalsari, saya telah ke berbagai masjid legendaris di Jatim. mulai Masjid Jami Gresik, Masjid Agung Tuban, dan ke Masjid Jami Panembahan Somala Sumenep serta masjid Sewulan Madiun. Masjid-masjid yang saya datangi sangat indah dan penuh dengan sejarah keislaman dan budaya yang kuat,” pungkas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua PP (Pengurus Pusat) Muslimat NU ini. [end/suf]






