Lamongan (beritajatim.com) – Siswa di Kabupaten Lamongan, mulai terbiasa mengkonsumsi sayur yang disajikan dalam menu Makan Berguzi Gratis (MBG).
Situasi tersebut berbeda dengan saat awal uji coba MBG beberapa bulan lalu. Di mana banyak siswa yang enggan memakan sayur yang dihidangkan dalam menu MBG.
Kepala SPPG Lamongan, Agustina Nurul Hardian, perubahan perilaku siswa itu tak lepas dari evaluasi dan inovasi menu yang terus dilakukan.
Menurut Agustina, menu MBG setiap hari berganti untuk mencegah rasa bosan siswa. Terutama dalam menyajikan sayur, yang sebelumnya banyak terbuang, karena kurang diminati siswa.
“Hari ini perubahan di siswa Lamongan cukup signifikan tidak ada sayur yang ditolak lagi termasuk sayur lokal terong, kacang panjang masuk, tapi kita variasi,” kata Agustina, Selasa (15/4/2025).
Agustina mengungkapkan, dari hasil evaluasi, siswa menolak sayur karena rasanya yang hambar. Oleh karena itu dilakukan penyesuaian dalam pengolahan, agar memiliki cita rasa yang disukai siswa.
“Seperti ayam wajib dimasak beragam setiap harinya, menu-menunya saja sayuran terong, kacang panjang, toge bergati-gantian,” ujarnya.
Lebih lanjut Agustina menyampaikan, dari proses evaluasi pihaknya juga banyak menerima kritikan dan saran melalui surat yang dikirimkan pelajar.
“Kami juga menerima banyak surat cinta (aduan) terkait menu permintaan pelajar, tapi bagi kami masih masuk akal yakni kebanyakan meminta menu kering seperti ayam krispi, ikan krispi,” tuturnya.
Selain mulai menyukai sayur, perubahan karakter siswa juga mulai terbentuk. Yakni rasa guyub rukun dan kebersamaan makan bersama-sama berhasil menggugah selera makan anak.
“Edukasi yang dilakukan sekolah juga berpengaruh besar bahwa sayur itu penting, lama-lama siswa menerima, berbeda xengan saat awal-awal pelaksanaan MBG,” katanya. [fak/aje]






