Banyuwangi (beritajatim.com) – Tak dipungkiri, Banyuwangi sejak lama memiliki budaya yang berbeda dari daerah lain di Jawa Timur. Berkultur Jawa, namun bahasa dan kebiasaannya berbeda.
Bahkan, Banyuwangi juga punya suku sendiri bernama Suku Using. Termasuk, bahasa sehari-hari yang digunakan juga berbeda yakni bahasa Using.
Masih mirip dengan bahasa Jawa namun memiliki dialeg yang berbeda. Ada penekanan intonasi yang membuat ciri khas bahasa Using ini.
Nah, lewat bahasa inilah menjadikan Banyuwangi memiliki budaya yang cukup kuat. Bahkan, bahasa Using mampu melekat kuat hingga seantero negeri ini melalui lagu dan musik.
Baca Juga: Hadiri IPNU di Pasuruan, Menparekraf Harap Peran Aktif Pemuda
Ya, banyak lagu atau gending Banyuwangi yang kerap kali merajai belantika musik Indonesia. Meski, bahasanya berbeda namun ciri khas musik yang ditata sedemikian rupa menjadi menarik perhatian.
Kali ini untuk menguatkan hal itu, pemerintah menggelar berbagai lomba, salah satunya lewat Festival Gending Using (FGU). Lomba ini sekaligus sebagai penyemarak HUT ke 78 RI.
Ratusan pemuda dan pemudi tampak antusias ambil bagian dalam Festival Gending Using ini. Mereka turut dalam melestarikan dan nguri-nguri musik daerahnya.
“Ini salah satu bentuk pengejawantahan nasionalisme di masa sekarang. Bagaimana kita semua bisa melestarikan budaya asli bangsa kita. Termasuk menguri-uri seni musik, lagu-lagu daerah kita, biar tidak kalah bahkan hilang dengan tren musik kekinian,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Baca Juga: Kwarcab Sidoarjo Peringati Hari Pramuka ke-62 dengan Ziarah Makam Pahlawan
Pemkab Banyuwangi sengaja rutin menggelar Festival Gending Using tiap tahun. Bahkan, saat ini telah memasuki tahun ke 7. Pesertanya pun makin beragam mulai umum hingga tingkat sekolah dasar juga turut berkompetisi.
“Festival Gending Using ini kita sasarkan pada generasi muda, mulai siswa SD hingga usia remaja. Harapannya, terus lahir talenta muda yang membanggakan di bidang musik. Kita sudah ada Farel. Tak hanya itu, musisi muda Banyuwangi banyak yang telah dikenal lewat platform sosial media. Silakan terus berkreasi, kami juga akan terus memberi ruang sesuai dengan kapasitas pemkab,” imbuh Ipuk.
Bupati Ipuk mengaku akan terus mendorong penguatan seni budaya lokal sebagai basis pembangunan daerah. Melalui Banyuwangi Festival dalam kalender wisata Banyuwangi banyak diisi dengan seni dan budaya lokal.
Kemasannya pun berbeda. Meski seni budaya telah lahir lama, namun mampu dikemas ulang dengan apik menjadi lebih menarik sehingga menjadi daya tarik wisata.
“Bukan berarti tradisi dan budaya kita menjadi hilang kesakralannya karena kita festivalkan. Namun, kita kemas lebih menarik dan kreatif menjadi sebuah atraksi seni yang bisa ditonton wisatawan. Kita tata bagaimana letak panggungnya, kita ajarkan pre eventnya. Kalau menarik, otomatis banyak wisatawan tertarik mengunjunginya, lalu akan ada dampak ekonomi untuk warga setempat,” kata Ipuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso sebagai penyelenggara mengaku senang melihat banyaknya bibit penyanyi muda yang tertarik ikut FGU. Ia juga berharap kegiatan ini memberikan makna tersendiri dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya Banyuwangi.
Baca Juga: Dapat Dukungan Golkar dan PAN, Prabowo Pastikan Lanjutkan Program Jokowi
“Event ini sangat bermanfaat sebagai penyaluran bakat seni adek-adek kita dari seluruh Banyuwangi. Kita bisa melihat dan menyaksikan bagaimana mereka sangat happy menampilkan keahliannya melantunkan lagu-lagu daerah,” terangnya.
Budi lalu menyebut sejumlah jebolan peserta Festival Gending Using telah banyak berkiprah. Ada yang berhasil melenggang ke ajang pencarian bakat, ada yang sudah menelurkan lagu.
“Cukup banyak alumnus FGU yang saat ini terus berkiprah di dunia tarik suara dan menjadi ladang ekonominya,” katanya.
Budi menyebut, pada tahun ini pihaknya membuka kategori anak dengan tujuan mengenalkan lagu Using sejak dini. Peserta SD diwajibkan untuk membawakan lagu Using yang sesuai dengan usia mereka.
“Ke depan, tujuan besar kami untuk memajukan ekosistem lagu anak. Kami ingin lewat event ini mulai ada musisi daerah yang terinspirasi menciptakan lagu-lagu anak berbahasa Using,” kata Budi.
Festival Gending Using tahun ini, mendapat animo tinggi dari anak-anak muda Banyuwangi. Sebanyak 166 anak muda mengikuti audisi FGU yang telah dimulai sejak satu bulan lalu. Saat audisi mereka diwajibkan membawakan lagu Using. Terpilih 10 peserta perempuan, dan 10 pria, serta 25 siswa SD memasuki babak final yang digelar.
Salah satu peserta FGU kategori anak, Helga Jeanitra, mengaku senang bisa ikut menyanyikan lagu Using. Helga mendapat dukungan penuh dari orang tuanya.
“Orang tua mendorong saya untuk ikut lomba ini, dan saya senang juga bisa ikut nyanyi lagu Using. Biasanya lagu-lagu pop, ini beda. Pengalaman baru,” ucap Helga. (rin/ian)






