Surabaya (beritajatim.com) – Gema Ramadan di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya tidak hanya membawa kesejukan spiritual, tetapi juga geliat ekonomi yang luar biasa. Selama dua pekan pelaksanaan Bazaar Al-Madinah, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sukses membukukan total omzet fantastis hingga lebih dari Rp600 juta.
Di balik angka tersebut, efisiensi operasional menjadi kunci. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus hadir memastikan “dapur” para tenant tetap mengepul lewat dukungan penuh produk Bright Gas. Dengan nyala api yang stabil dan berkualitas, para pedagang kuliner mampu melayani lonjakan pesanan, terutama pada golden hours menjelang waktu berbuka puasa.
Lailatul, pemilik usaha “Nasi Campur Darmun”, mengakui bahwa keandalan bahan bakar sangat menentukan kecepatan servisnya saat antrean memanjang.
“Selama bazaar, Bright Gas sangat membantu. Apinya stabil sehingga masak jadi lebih cepat dan efisien. Kami tidak perlu khawatir masakan lama matang saat pembeli membeludak di waktu berbuka,” ungkap Lailatul dengan sumringah.
Tak hanya bagi pedagang, Pertamina juga memanjakan pengunjung dengan berbagai promo menarik di aplikasi MyPertamina, mulai dari layanan refill hingga program trade-in (tukar tambah) tabung LPG subsidi ke Bright Gas.
Bazaar Al-Madinah tahun ini tampil berbeda. Kawasan Masjid Al-Akbar disulap menjadi ruang inklusif yang menyatukan aktivitas ibadah, belanja takjil, hingga hiburan keluarga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat meninjau lokasi menyatakan bahwa keberhasilan bazaar ini adalah bukti nyata sinergi antara layanan energi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Bazaar Al-Madinah menjadi ruang interaksi positif. Kami melihat aktivitas ekonomi tumbuh sangat baik. Kehadiran Bright Gas di sini bukan sekadar jualan, tapi bentuk komitmen kami mendorong UMKM agar lebih berdaya saing melalui penggunaan energi yang aman dan berkualitas,” ujar Ahad.
Putri, salah satu pengunjung, merasa terbantu dengan konsep one-stop Ramadan experience ini. “Awalnya mau trade-in tabung Bright Gas sambil nunggu Tarawih. Ternyata seru, ada karnaval buat anak dan banyak jajanan. Belanja, hiburan, dan ibadah jadi satu tempat,” tuturnya.
Dengan perpaduan layanan energi yang andal dan antusiasme masyarakat yang tinggi, Bazaar Al-Madinah membuktikan bahwa Ramadan adalah momentum emas bagi kebangkitan UMKM di Jawa Timur.[rea]






