Lamongan (beritajatim.com) – Kebahagiaan menyelimuti pasangan suami istri penjual bakso di Kabupaten Lamongan yang akhirnya bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah belasan tahun menanti. Pasangan tersebut adalah Suwito dan Sumiyati, warga Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi, yang telah mendaftar haji sejak tahun 2013.
Menariknya, pasangan ini tidak hanya berangkat berdua, tetapi juga bersama anggota keluarga lainnya. “Berangkat sama bapak mertua, ibu angkat, bapak dan ibu kandung, serta istri. Jadi enam orang,” kata Suwito, Senin (5/5/2025).
Menurut Suwito, jika mengikuti jadwal normal, keberangkatannya baru akan tiba pada 2029 atau 2030. Namun karena orang tuanya masuk kategori lanjut usia (lansia), mereka mendapatkan prioritas keberangkatan. Suwito pun turut mendampingi sebagai mahrom.
“Sebenarnya ndak nyangka (berangkat haji tahun ini), karena urutannya itu tahun 2029 atau 2030. Tapi karena mendampingi ibu saya yang sudah lansia, jadi bisa dipanggil tahun ini. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Keinginan untuk berhaji sudah dipupuk sejak lama. Suwito mengaku telah menabung dari hasil berjualan bakso sejak tahun 1995. Setelah tiga dekade berdagang, jerih payahnya pun terbayar dengan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.
“Saya jualan bakso dari tahun 95 sampai sekarang. Jadi sudah 30 tahun. Alhamdulillah bisa buat biaya haji,” ucap pria paruh baya tersebut.
Mengenai persiapan, Suwito menyatakan bahwa ia dan keluarga telah mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun spiritual. “Semoga bisa menjalankan semua rukun haji dan sehat di sana,” pungkasnya. [fak/beq]






