Berita Redaksi

Uglu dan Beritajatim.com

Almarhum Budi 'Uglu' Sugiharto

HARI duka. Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali membaca pesan grup whatsapp (GWA) bicarasurabaya.. Mas Budi Sugiharto (Uglu) telah meninggal.

Air mata saya tanpa sadar terus meleleh di tengah kesibukan menyampaikan kabar duka cita itu di GWA yang lainnya. Meski sudah sejak sekitar 10 hari mendengar perkembangan kesehatan Mas Uglu yang mengkhawatirkan, namun kabar berpulangnya Mas Uglu tetap membuat saya tidak siap untuk kehilangan salah satu sahabat terbaik.

Sahabat saya ini yang mengajak mendirikan beritajatim.com pada awal 2006. Adalah Mas Uglu juga yang membujuk dan memaksa saya untuk memimpin beritajatim.com bersama Mas Ainur Rohim.

Saya tidak ingat persis tanggalnya. Yang saya ingat itu di bulan puasa. Saat itu, Mas Uglu mendapat tugas untuk membangun detiksurabaya.com dan tentu saja menjadi Kepala Biro. Karena itu, Mas Uglu merasa tidak mungkin lagi merangkap menjadi Pemimpin Redaksi beritajatim.com.

Di pihak lain, Mas Uglu juga melihat beban Mas Ainur Rohim sangat berat jika harus sendirian memimpin beritajatim.com. Karena itu Mas Uglu meminta saya mendampingi Mas Ainur Rohim dan meninggalkan Surabaya Post.

Gubernurt Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Budi Sugiharto (Foto Istimewa)

Pada masa transisi pembentukan detiksurabaya.com, mas Uglu masih ngantor di beritajatim.com, di Jl Ngagel Jaya Utara. Saat itulah saya baru mengenal Mas Uglu lebih dekat.

Ternyata Mas Uglu bukan hanya lahir dengan gen sebagai wartawan online –yang membuatnya punya kemampuan mengambil angel dan judul-judul khas media online–. Bukan juga hanya punya karya-karya foto yang luar biasa bagus.  Lebih dari itu, Mas Uglu adalah pekerja keras yang sangat kreatif. Hampur tiap hari Mas Uglu datang ke kantor sebelum karyawan lain datang. Ia juga pulang paling malam –atau tepatnya dinihari. Apalagi jika ada peristiwa luar biasa hingga subuh berita terus di runing sampai pagi.

Otaknya tidak bisa berhenti berpikir untuk melahirkan ide-ide segar, orisinal dan out of the box. Kebiasanya berpikir mencari terobosan itulah yang membuat Mas Uglu punya energi yang luar biasa dalam bekerja sekaligus menjadi idola wartawan dan fotografer yunior. Ide dan gagasan yang mengalir tanpa henti itulah juga yang membuat Mas Uglu tidak pernah kesepian. Temannya sangat banyak. Sesuatu yang lumrah, karena Mas Uglu juga setia kawan.

Dari pertemanan yang intens dengan Mas Uglu saat membangun dan mengembangkan beritajatim.com, saya kemudian banyak mendapatkan teman baru. Antara lain, Mas Munir (Fotografer andal Radar Surabaya), beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya hingga almarhum Mas Japrak .

Mas Uglu menempatkan temannya sebagai teman beritajatim.com. Untuk urusan menambah teman dan jaringan, saya berutang budi luar biasa besar pada Mas Uglu.

Saya lebih merasa berutang budi pada Mas Uglu karena sebagai Kepala Biro detiksurabaya.com telah membantu mendidik pasar Jawa Timur yang pada 2006 masih asing dengan media online. Kehadiran detiksurabaya.com membuat pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, menjadi lebih sadar apa arti penting berkomunikasi dengan  beritajatim.com sebagai salah satu pioneer media online lokal.

Karena itu saya selalu menempatkan Mas Uglu sebagai guru. Sekalipun dia jauh lebih muda dari saya, tapi Mas Uglu yang mengajari saya dari nol bahkan minus bagaimana mengelola media online, termasuk bagaimana memanfaatkan momen luapan lumpur Lapindo pada Mei 2006 dan kemudian proses konvensi Pilgub Jatim yang digelar PDI Perjuangan menjelang Pilgub 2008.

Meski akhirnya melepas kepemilikan saham di beritajatim.com, kami tetap bersahabat. Mas Uglu nyaris selalu hadir di open house HUT beritajatim.com.  Dalam acara itu saya selalu menyebut peran Mas Uglu sebagai pendiri dan guru beritajatim.com.

Saya juga selalu berupaya untuk memenuhi undangan setiap kali detiksurabaya.com ulang tahun. Saya juga selalu meluangkan waktu saat Mas Uglu akhirnya mendirikan bicarasurabaya.com dan kemudian bertransformasi menjadi jatimnow.com. Yang sangat mengesankan, Mas Uglu selalu meminta saya memberi sambutan saat peresmian bicarasurabaya ataupun jatimnow.com.

Satu kehormatan yang luar biasa untuk saya yang sebenarnya selalu menempatkan diri sebagai murid. Sikapnya yang tulus dalam persahabatan itulah yang membuatnya dicintai banyak orang.

Karena itu, tidak heran semua orang yang mengenal mas Uglu merasa sangat  kehilangan. Saya yakin nama dan karya mas Uglu  akan dikenang lama. Kebaikan budinya juga akan selalu dikenang sebagaimana nama depannya. Budi.

Saya juga yakin sumbangan pemikiran untuk banyak orang yang datang meminta bantuan dan dukungan menjadi amal yang tak terputus.

Di tengah Pandemi-19 saya memang nyaris tidak pernah bertemu Mas Uglu. Terakhir kami berkirim kabar melalui wa tanggal 1 dan 10 Desember 2020. Dan saya saya sangat menyesal belum bisa memenuhi janji untuk bertemu, istilahnya minum kopi tipis-tipis.

Selamat jalan Mas Uglu. Beritajatim.com berutang budi baik pada Panjenengan. Kami bersaksi Panjenengan orang baik. Semoga Allah melapangkan jalan untuk Panjenengan. [*/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar