Bojonegoro (beritajatim.com) – Pertamina Subholding Upstream Regional Indonesia Timur terus berupaya melakukan penambahan cadangan dan produksi migas dengan eksplorasi di wilayah-wilayah baru.
Tahun ini Regional Indonesia Timur melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja produksi dengan melakukan pengeboran 6 sumur pengembangan dan workover 20 sumur.
Selain itu, Regional Indonesia Timur juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cadangan P1 dengan capaian per Agustus 2023 sebesar 62,2 MMBOE (Million Barrels of Oil Equivalent).
Senior Manager Relations Regional 4, Fitri Erika mengatakan, Pertamina Subholding Upstream Regional Indonesia Timur tahun ini dipercaya turut berpartisipasi dalam mengelola wilayah kerja baru yakni Blok Masela dan blok Bunga.
“Partisipasi yang dilakukan dalam bentuk participating interest (non operator) dan menjadi bagian untuk mengembangkan dua lapangan yang memiliki potensi besar tersebut,” ujarnya, Kamis (28/9/2023).
BACA JUGA:
Local Hero Pertamina Sukses Olah Sampah Jadi BBM Alternatif
Selain itu, kata dia, kinerja HSSE per Agustus ini mencatatkan zero fatality. Keselamatan kerja menjadi yang utama di industri hulu migas dan dijalankan oleh seluruh pekerja dan kontraktor dengan mentaati prosedur yang berlaku dalam menjaga keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.
“Regional Indonesia Timur selalu memastikan kegiatan produksi minyak dan gas bumi sejalan dengan komitmen Enviroment, Social dan Governance (ESG),” lanjutnya.
Berbagai program disusun antara lain program dekarbonisasi dengan pengembangan penerapan teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) dilapangan Sukowati yang saat ini sedang tahap studi yang dilanjutkan ke tahap pengembangan.
BACA JUGA:
Pertamina PHI Regional 3 Kalimantan Teken Tiga Perjanjian
“Selain dilakukan juga kegiatan penghijauan yang mampu mendukung penyerapan karbon, dan program keanekaragaman sebagai program lingkungan,” jelasnya.
Di bidang sosial, perusahaan memastikan aktivitas eksplorasi dan produksi yang dilakukan tidak mengganggu kepentingan masyarakat adat setempat, melakukan kegiatan pemberdayaan di bidang ekonomi dan pendidikan dan menjadi solusi terhadap pemecahan masalah sosial.
Sedangkan dari sisi Governance, Regional Indonesia Timur memastikan operasi perusahaan mengikuti setiap aturan yang berlaku dan terus melakukan upaya perbaikan berkelanjutan, salah satunya adalah penerapan dan sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). [lus/beq]






