Surabaya (beritajatim.com) – Pengacara Alvin Lim meninggal dunia pada Minggu (5/1/2024) siang. Kabar meninggalnya pengacara yang dijuluki pendekar hukum ini ramai tersebar di group media sosial whatsaap.
Banyak kolega menyampaikan bela sungkawa pada Alvin Lim yang didiagnosa terkena gagal ginjal stadium lima ini.
“Turut berdukacita yang sedalam dalamnya buat pendekar hukum dan pendekar keadilan,Tuhan YME besertamu,” tulis salah satu kolega Alvin Lim dalam group Whatsaap.
Kabar meninggalnya Alvin Lim juga disampaikan oleh sahabatnya, John Lbf melalui akun Instagramnya. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka telah berpulang bapak pengacara Alvin Lim @alvinlim_official hari ini Minggu 5 Januari 2025. Berita yang saya dapat belliau meninggal Pukul 12.00 WIb,” tulis John Lbf dikutip pada Minggu (5/1/2026).
John Lbf sendiri mengaku sempat diajak Alvin Lim makan bersama pada pekan lalu. Namun, karena kesibukannya, pertemuan itu belum terlaksana.
“Saya Minta Maaf Ya Ko @alvinlim_official, saya belum sempat mewujudkan undangan makan bersama Bang @herwanto_n_sh

Dilansir dari berbagai sumber, sosok Alvin Lim telah banyak diperbincangkan di berbagai media. Dirinya dikenal sebagai pengacara yang vokal dalam menangani sejumlah kasus, termasuk kasus penipuan dan investasi bodong.
Alvin Lim diketahui merupakan alumni SMA Kristen 3 Gunung Sahari. Usai lulus dari SMA, Alvin Lim melanjutkan studi di Santa Barbara City College, Amerika Serikat.
Di sana, Alvin berhasil meraih GPA sempurna 4.0 dengan nilai A di setiap mata pelajaran. Bahkan, dosen Rojas memberinya dispensasi untuk tidak mengikuti ujian karena Alvin menciptakan sebuah formula matematika inovatif.
Kemudian, Alvin diterima di UC Berkeley, salah satu universitas terkemuka di dunia, dengan GPA sempurna 4.0. Prestasinya ini menjadikannya salah satu mahasiswa Indonesia yang berhasil masuk ke kampus prestisius dan Ivy League. Alvin juga masuk dalam daftar Dean’s List of Honor.
Jauh sebelum memulai karir di bidang hukum, Alvin Lim sebelumnya merupakan seorang akuntan. Bermula sebagai teller, dalam waktu dua tahun, Alvin berhasil menduduki posisi Vice President di Bank of America.
Alvin Lim menjadi satu-satunya orang Indonesia yang meraih posisi tersebut, bahkan mendapatkan Certificate of Honor dari mantan Wali Kota San Francisco, Willy Brown.
Penghargaan itu diperoleh atas keberhasilannya mengelola rekening dan keuangan kota San Francisco. Alvin berhasil melipatgandakan keuangan kota San Francisco dalam waktu tiga bulan melalui investasi saham dan opsi. Setelah kembali ke Indonesia, Alvin Lim memutuskan untuk mendalami hukum.
Ia lulus dengan gelar Sarjana Hukum (SH) dari STIH Gunung Jati pada tahun 2016 dan melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Pamulang, yang ia selesaikan pada tahun 2022. Pada tahun 2019, Alvin mendirikan LQ Indonesia Lawfirm.
Dalam waktu lima tahun, LQ berhasil mengubah industri hukum di Indonesia, terutama dengan motto ‘No Viral, No Justice’ dalam menangani kasus besar, seperti Mega Skandal Indosurya.
Selain LQ, Alvin Lim juga mendirikan Quotient Center, sebuah pusat layanan media, pelatihan keuangan, dan konsultasi investasi di pasar opsi Amerika.
Seperti diketahui, perseteruan Hotman Paris dan Alvin Lim berawal dari adanya kasus donasi Agus Salim. Sedangkan Hotman Paris juga dibuat geram oleh Alvin Lim yang sempat memberikan tudingan negatif kepada Pratiwi Noviyanthi alias Novi.
Hotman Paris pun menyinggung sikap Alvin Lim dalam menangani kasus Agus Salim.
“Karena kasus receh saya kasihan melihat kliennya ini (Agus). Kalau saya jadi pengacaranya Agus, saya akan mengatakan yaudah bilang terima kasih sama donatur, minta maaf kalau salah ngomong,” ujar Hotman.
Bahkan Hotman menegaskan dirinya lebih terkenal dari Alvin. [uci/but]






