Surabaya (beritajatim.com) – Beredar surat undangan mengatasnamakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Riau mengadakan rapat persiapan deklarasi paslon capres cawapres Prabowo-Gibran.
Surat undangan tersebut menggunakan kop surat mengatasnamakan PWNU Riau dan berlogo NU. Namun yang bertanda tangan di bawah hanya satu orang, yakni Rusli Ahmad.
Dalam surat tersebut, tertulis dibuat tanggal 7 Januari 2024 dan acara dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu tanggal 10 Januari 2024 kemarin dengan lokasi di Hotel Angkasa Garden, Pekanbaru, Riau.
Mengetahui surat tersebut, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Amin Said Husni mengecam keras tindakan tersebut.
Pihaknya menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Rusli Ahmad, nama yang bertanda tangan di surat tersebut melakukan kesalahan fatal dan brutal.
Bahkan surat tersebut dianggap palsu dan tidak sah karena beberapa alasan yang sangat mendasar. Rusli Ahmad dinilai membuat surat palsu yang ditandatangani sendiri, namun mengatasnamakan PWNU Riau.
“Surat undangan yang beredar dengan mengatasnamakan PWNU Riau yang ditandatangani Rusli itu tidak sah. PBNU menganggap Rusli telah melakukan tindakan brutal karena masih mengatasnamakan Ketua PWNU Riau,” tegas Amin Said Husni sebagaimana dilansir Beritajatim.com dari NU Online, Jumat (12/1/2024).
Mantan Bupati Bondowoso dua periode itu menegaskan, Rusli Ahmad telah dicopot dari jabatan Ketua PWNU Riau setelah KPU menetapkan daftar calon tetap Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Sehingga secara struktural, Rusli Ahmad dinyatakan bukan lagi sebagai Ketua PWNU Riau. Tindakan yang dilakukan untuk mengarahkan pengurus PWNU Riau dan para Kiai NU untuk mendeklarasikan pasangan capres cawapres adalah kesalahan fatal.
Sementara itu, Karteker Ketua PWNU Riau kini dijabat oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Sulaiman Tanjung yang telah ditunjuk oleh PBNU untuk menggantikan Rusli Ahmad sampai terselenggaranya konferensi wilayah. (ian)






