Gresik (beritajatim.com) – Dulu Kampung Pecinan Gresik yang berada di Jalan Setia Budi dikelilingi bangunan tua abad ke 16 gelap, dan terkesan horor.
Kini, kawasan tersebut mulai bersolek. Pasalnya, pembangunan di kampung tersebut masuk sebagai destinasi wisata heritage.
Untuk menarik daya minat masyarakat apa itu kampung pecinan. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Gresik, menyulap kawasan tersebut menjadi destinasi wisata baru dengan menggelar festival kampung pecinan kemarin malam (11/6).
Tak tanggung-tanggung untuk meramaikan festival itu. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani hadir langsung berbaur bersama masyarakat.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menuturkan, keberadaan kampung pecinan tersebut dapat membangkitkan lagi gairah ekonomi melalui UMKM di Gresik terutama sekitar Kampung Pecinan.
“Festival Kampung Pecinan ini diharapkan beriringan dengan semakin tumbuhnya perekonomian di masyarakat, terutama di sektor UMKM. Kawasan ini akan menjadi destinasi wisata kuliner dengan daya tarik tersendiri, yakni dengan suguhan nuansa kota tua atau heritage,” ujar Gus Yani sapaan akrabnya, Minggu (12/06/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Gus Yani berharap, warga sekitar bisa menjaga kampung pecinan yang belum lama selesai direvitalisasi bisa menjadi destinasi wisata baru yang ada di Kota Gresik.
“Kami melalui dinas terkait juga sudah melakukan revitalisasi dan penataan agar kampung pecinan ini menjadi cantik. Setelah ditata, baru diramaikan dengan banyak kegiatan seperti malam ini. Saya berharap agar kawasan peninggalan masa lampau ini dilestarikan jangan dicoret-coret,” paparnya.
Yudhi Anggoro salah satu pengunjung kampung pecinan asal Perum Pondok Permata Suci (PPS) Gresik menyatakan dirinya terkesan dengan adanya wisata heritage ini.
“Kalau bisa seminggu sekali ada kegiatan, kalau tidak kawasan tersebut akan sepi lagi. Padahal sudah ada penataan. Tinggal bagaimana mengkonsepnya menarik wisatawan,” pungkasnya. (dny/ted)






