Lumajang (beritajatim.com) – Jalur menuju area pertambangan pasir di Dusun Sumbersari, Curah Koboan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kini terpasang garis polisi atau police line. Jalur tambang pasir Semeru ini merupakan jalur alternatif menuju Dusun Curah Kobokan yang terdampak sangat parah.
“Kita kemarin fokus pada evakuasi, penyelamatan barang-barang warga dan juga hewan-hewan warga serta barang-barang lainnya. Nah kita baru kemarin masuk kesini. Ternyata disini terlihat adanya beberapa potensi yang sekiranya akan membahayakan masyarakat,” ungkap Andik Kurniawan,
Relawan Gerakbareng Jakarta, Jumat (10/12/2012) saat memasang Police Line.
Andik mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Pronojiwo dan Satbrimob Polda Jawa Timur untuk melakukan penyekatan di kawasan tersebut. Karena dilokasi tambang pasir cukup berbahaya. Sehingga, lokasi masuk tambang dipasang garis polisi agar warga tidak mendekat ke kawasan tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”erupsi-semeru”]
“Ini merupakan salah satu aliran lahar dan kondisi sungainya di sana masih dalam kondisi memanas. Saya tadi melihat masih ada kepulan-kepulan asap di sekitar penambangan dan juga di sekitar sungai,” ujarnya.
Andik juga mengimbau kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, untuk tidak mendekat ke kawasan tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi adanya korban tambahan.
“Sudah barang pasti itu akan sangat beresiko. Ketika orang yang tidak tahu ataupun masyarakat yang melihat ke sana,” imbuhnya.
Andik menambahkan, berdasarkan data informasi yang ia dapat dari berbagai sumber, di kawasan tersebut terdapat kurang lebih tiga kendaraan truk pasir yang masih tertimbun lahar. Selain itu, menurut informasi dari masyarakat, ada tujuh orang yang masih belum ditemukan. (yog/kun)






