Surabaya (beritajatim.com) – Dikenal sebagai komposer berbakat, termasuk lewat lagu duet terkininya bersama Hanna Haloho, Anca Leksmana kini secara resmi memperkenalkan dirinya di kancah musik sebagai solois.
Ia menandai babak baru dalam karirnya dengan merilis debut single berjudul ‘(Nantikan Ku Kan) Pulang’ pada 25 November 2025. Tanggal perilisan ini dipilih secara khusus, bertepatan dengan ulang tahun mendiang kakaknya.
'(Nantikan Ku Kan) Pulang’ adalah karya yang lahir dari rasa kehilangan dan kerinduan yang mendalam atas kepergian mendiang kakaknya. Sosok kakak tersebut diakui Anca sebagai inspirasi utamanya untuk terjun ke dunia musik.
”Kita tumbuh dan dewasa bersama, seorang kakak laki-laki yang selalu jadi pelindung dan sahabat buatku. Dia yang ngenalin aku ke musik, dia yang ngenalin aku band, diajak reguler-an kemana-mana dan kasih pengalaman yang banyak di dunia musik,” ucap Anca dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).
Anca menceritakan, lirik lagu ini mengalir begitu saja setelah ia memberanikan diri masuk kembali ke studionya. Studio tersebut dipenuhi kenangan, termasuk perangkat drum peninggalan sang kakak.
Melalui liriknya, Anca menyampaikan monolog tentang kesepian, di mana frasa ‘Bila ku tanpa kamu bagai malam gelap tanpa bintang’ menjadi inti metafora, menggambarkan sosok kakak sebagai ‘terang’ yang kini hilang.
Secara musikal, lagu ini dibalut dalam genre pop ballad modern dengan nuansa melankolis dan introspektif. Lagu ini didominasi oleh dentingan piano yang sendu dan aransemen minimalis.
Kombinasi aransemen yang luas, sepi, dan hening ini berhasil menjadi wadah yang tepat untuk menyampaikan beban emosi yang mendalam, menjadikan lagu ini terasa seperti bisikan jujur dari hati yang berduka.
Melalui single debut ini, Anca Leksmana tidak hanya menunjukkan kematangan vokalnya tetapi juga keberanian untuk berbagi kisah pribadi. Dibantu oleh Fifan Christa (Atlesta) sebagai produser dan Ezra Mandira pada gitar, ‘(Nantikan Ku Kan) Pulang’ diharapkan dapat mewakili perasaan banyak orang yang juga sedang berjuang melewati duka dan kehilangan. (tok/ted)






