Ponorogo (beritajatim.com) – Beras SPHP sebanyak 10 ton, menjadi incaran warga saat kegiatan pasar pangan murah di Ponorogo. Pasar pangan murah itu, digelar di Balai Kelurahan Patihan Wetan Kecamatan Babadan. Ratusan orang rela antre untuk menebus murah bahan makanan pokok. Selain beras, ada juga yang dijual di pasar pangan murah itu, mulai dari gula, terigu, dan minyak goreng.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan pasar pangan murah yang digelar serentak seluruh Indonesia. Yakni di 38 provinsi yang tersebar di 514 kabupaten/kota,” kata anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo, Harjono yang memantau langsung gelaran pasar pangan murah itu, Senin (01/04/2024).
Harjono menjelaskan bahwa gerakan ini sebagai upaya dari Pemerintah untuk menstabilkan harga. Tentu itu dilakukan untuk menekan angka inflasi di Indonesia. Harga-harga bahan pokok yang dijual di pasar pangan murah ini, Harjono bisa memastikan harganya dibawah harga pasaran.
Selain beras sebanyak 10 ton, ada bahan makanan pokok lainnya yang dijual di pasar pangan murah ini. Yakni, telur ayam broiler sebanyak 1 ton, minyak goreng refil 1 liter sebanyak 100 dus. Kemudian juga ada, gula pasir sebanyak 400 kilogram.
“Jelang lebaran ini, pemkab hadir disini untuk upaya menstabilkan harga,” katanya.
Seandainya dalam gelaran pasar pangan murah ini, ada masyarakat yang tidak dapat beras atau bahan makanan pokok lainnya, karena stoknya sudah habis, Harjono meminta masyarakat untuk beli di Pasr Legi. Di Pasar Legi, juga ada suplai beras SPHP ke pedagang. Selain itu, bisa juga ke toko retail, seperti di Surya atau Bintang Swalayan.
Selain itu, TPID juga mengadakan pelayanan keliling pada hari Selasa dan Rabu setiap minggunya. Pelayanan keliling itu, akan merambah ke semua kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Tentu akan ada jadwalnya, pelayanan keliling itu ke kecamatan per kecamatan.
“Hari Selasa dan Rabu kita mengadakan pelayanan keliling ke semua kecamatan. Mau ke kecamatan mana, nanti akan ada jadwalnya,” pungkas Harjono. [end/aje]






