Madiun (beritajatim.com) – Bentrokan perguruan silat dengan warga terjadi di Kelurahan Manguharji, Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (15/01/2023) pukul 02.15 WIB dini hari.
Bentrokan tersebut mengakibatkan kerusakan tidak hanya pada gedung pertemuan namun juga rumah warga hingga kendaraan. Salah seorang pelajar yang merupakan anggota perguruan silat juga mengalami luka hingga harus menjalani perawatan medis di RSUD Kota Madiun.
Kejadian ini diawali saat salah satu perguruan silat melakukan konvoi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Sekitar 15 orang anggota perguruan silat itu konvoi dan menggeber kendaraan hingga mengundang kemarahan warga.
Kejadian itu dibenarkan oleh Komandan Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha, Letnan Kolonel Inf Arief Widyanto membenarkan kejadian itu dan pihaknya bersama polisi sudah melakukan pengamanan.
Komandan Yonif PR 501/BY, Letnan Kolonel Inf Arief Widyanto mengatakan jika saat ini permasalahan tersebut dalam penanganan Polres Madiun Kota.
“Kami menyarankan agar pada saat kegiatan Keceran (penerimaan warga baru) ataupun kegiatan lain yang bersifat mengumpulkan massa, agar di dipertebal pengamanan dari Aparat keamanan baik TNI-Polri maupun kemanan dari perguruan itu sendiri. Kami juga menyarankan untuk menutup daerah yang merupakan basis dari salah satu perguruan agar tidak ada massa yang melintas sehingga tidak terjadi bentrokan,” kata Arief.
Berikut fakta-fakta kejadian bentrokan yang mengakibatkan pelajar dan gedung pertemuan yang rusak.
1. Bermula pada pukul 01.00 WIB telah melintas beberapa oknum perguruan silat sekitar 15 orang melintas di Jalan Gajah Mada dengan menggunakan 9 sepeda motor. Mereka menggeber kendaraan sehingga memicu kemarahan warga masyarakat yang sedang berkumpul di Jalan Gajah Mada.
2. Warga Jalan Gajah Mada Kelurahan Manguharjo merasa geram dan berusaha menangkap beberapa oknum yang membuat kegaduhan tersebut. Oknum tersebut langsung kabur ke padepokan yang saat itu sedang diadakan kegiatan Keceran (pengesahan warga baru) sehingga memicu kemarahan massa yang berkumpul di seputaran padepokan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Madiun”]
3. Pukul 02.20 WIB massa dari seputaran Padepokan dengan jumlah sekitar 500 orang mendatangi Jalan Gajah Mada untuk mencari pelaku yang menghadang oknum yang diduga anggota perguruan silat tersebut.
4. Akibat emosi massa yang tidak terkendali sehingga terjadi pengrusakan sejumlah rumah warga Jalan Gajah Mada yang mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan.
5. Pada pukul 02.45 WIB, aparat keamanan yang terdiri dari anggota 501 berjumlah sekitar 30, kepolisian 100 orang, dan anggota Posramil Manguharjo berjaga di perbatasan antara Kelurahan Winongo dengan Kelurahan Manguharjo.
6. Pelajar yang terluka yakni laki-laki berinisial ASG (18) warga Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Diketahui, ASG merupakan salah satu pelajar SMK. Dia terluka karena sabetan senjata tajam.
7. Kerugian materiil yakni Gedung pertemuan Sonokeling mengalami pecah kaca pintu depan, warung makan padang mengalami kerusakan akibat lemparan batu. Dua unit mobil juga rusak imbas lemparan batu. Begitupun, empat rumah warga yang rusak. Tafsir kerugian sekitar Rp25 juta. [fiq/beq]






