Surabaya (beritajatim.com) – Dikabarkan bahwa sebagian besar penderita diabetes lebih mudah terkena depresi. Hal ini karena ketidakseimbangannya senyawa serotonin dalam otak mereka, benarkah demikian?
Melansir dari salah satu sumber, Senin (23/8/2021) menurut dr. Andri Sp.KJ, psikiater dari RS Omni Alam Sutra Tangerang, diabetes merupakan penyakit yang erat hubungannya dengan depresi. “Peluang pasien diabetes menderita depresi menjadi lebih besar.
Namun, hal ini juga berhubungan dengan kondisi psikososial penderita,” terangnya. Berikut ini beberapa alasan mengapa penderita diabetes lebih rentan terkena depresi seperti dilansir dari Boldsky:
Trauma Psikologis
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang terindikasi mengidap diabetes lebih mudah terkena depresi daripada mereka yang memiliki kadar glukosa normal. Hal tersebut disebabkan karena trauma psikologi disertai dengan stres akibat diagnosis penyakit kronis tersebut.
Selain itu ketegangan menjalani hidup dengan diabetes dan ketakutan akan komplikasinya juga ikut menghantui mereka.
Efek Diabetes
Diabetes adalah suatu kondisi yang menyebabkan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah setiap hari. Makanya penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan atau diet dan olahraga yang tepat. Peningkatan kadar glukosa dalam tubuh menyebabkan gejala seperti rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, gangguan tidur, penurunan berat badan, rasa lelah sepanjang waktu, gaya hidup tidak aktif, kulit kering dan sebagainya. Akhirnya ini membuat mereka sering terbebani dan jengkel.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan, diabetes”]
Biaya Pengobatan yang Mahal
Diabetes merupakan penyakit seumur hidup, ada kemungkinan biaya pengobatannya mengalami peningkatan setiap tahun. Menurut sebuah penelitian, pada tahun 2017, total tahunan perawatan diabetes di AS sekitar 327 miliar dolar. Dapat dipastikan, penderita akan mengalami stres karena lonjakan biaya pengobatan tersebut.
Takut Komplikasi
Bagi penderita diabetes komplikasi merupakan hal yang paling menakutkan. Jika penderita diabetes mengalami komplikasi, mereka bisa saja mengalami penyakit jantung, neuropati, masalah mata, penyakit ginjal, pembekuan darah bahkan amputasi kaki. Ketakutan akan komplikasi ini mempengaruhi penderita diabetes sejak awal dan membuat stres mental mereka. [rsf/bjo]






