Surabaya (beritajatim.com) – Tanaman beluntas (Pluchea indica Less) yang selama ini dikenal sebagai tanaman pagar ternyata menyimpan potensi besar sebagai pangan fungsional. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Paini Sri Widyawati, dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Potensi Senyawa Bioaktif Tanaman Herbal Beluntas sebagai Pangan Fungsional”.
Menurut Prof. Paini, daun beluntas mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti antioksidan, antidiabetes, antibakteri, antikanker, antikolesterol, dan antiinflamasi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan senyawa tersebut bervariasi tergantung pada bagian daun, jenis tanah, tingkat kesuburan, dan stres lingkungan tempat tanaman tumbuh. Selain itu, beluntas juga kaya akan minyak atsiri yang memperkuat sifat fungsionalnya.
“Pangan fungsional adalah makanan atau minuman yang mengandung senyawa bioaktif, aman dikonsumsi, dan mampu memberikan manfaat kesehatan tanpa mengganggu metabolisme zat gizi lain,” jelas Prof. Paini, Rabu (7/5/2025).
Ia menambahkan bahwa tanaman herbal lokal, termasuk beluntas, merupakan sumber pangan fungsional yang mudah diakses dan dapat menjadi solusi alami dalam menghadapi meningkatnya penyakit degeneratif, seperti Diabetes Mellitus tipe 2.
Lebih lanjut, Prof. Paini menekankan pentingnya pola makan sehat yang tidak hanya bergantung pada diet ketat, tetapi juga pada konsumsi bahan pangan dengan fungsi biologis aktif. “Kesehatan adalah aset paling berharga. Dengan mengintegrasikan pangan fungsional dalam pola makan sehari-hari, kita bisa menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Tanaman herbal seperti beluntas, lanjutnya, tidak hanya bermanfaat sebagai obat tradisional, tetapi juga berpotensi besar dikembangkan sebagai produk pangan modern yang aman, efektif, dan bernilai ekonomi tinggi.
Orasi ilmiah ini disampaikan Prof. Paini dalam rangka pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kimia Komponen Bioaktif Pangan di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Acara pengukuhan berlangsung di Auditorium Benedictus, Kampus Dinoyo, dan dipimpin oleh Rektor UKWMS, apt. Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D.
Rektor UKWMS menyampaikan harapannya agar pencapaian Prof. Paini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lain untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. “Pengukuhan ini bukan hanya bentuk apresiasi atas dedikasi akademik, tetapi juga penegasan komitmen UKWMS dalam pengembangan riset berbasis potensi lokal,” tuturnya. [ipl/but]






