Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 1.143 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Gresik dipastikan gagal berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Penyebab utama gagalnya keberangkatan ribuan calon jamaah tersebut lantaran belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Data dari penyelenggara haji menunjukkan batas akhir pelunasan BPIH telah ditutup sesuai jadwal nasional. Namun hingga tenggat waktu berakhir, masih terdapat ribuan CJH asal Gresik yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran, sehingga secara otomatis tidak masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini.
Proses pelunasan BPIH tahun 2026 dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berlangsung mulai 24 November hingga 23 Desember 2025. Sementara tahap kedua dibuka kembali mulai 2 Januari hingga 9 Januari 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Lulus, mengatakan tidak ada lagi perpanjangan waktu pelunasan. Sedangkan untuk jumlah jamaah sebanyak 1.143 orang yakni terdiri dari jamaah cadangan yang porsinya sebenarnya di tahun 2027, tetapi diberi kesempatan untuk melunasi sehingga rata-rata dari itu tidak melunasi, sehingga otomatis jemaah haji tersebut berangkat tahun 2027. “Pelunasan BPIH dilakukan dua tahap dan sudah berakhir 9 Januari 2026. Tidak ada lagi perpanjangan waktu pelunasan,” katanya, Senin (12/1/2026).
Lebih lanjut Lulus menuturkan jumlah CJH Gresik yang telah melunasi pada tahap pertama mencapai 2.173 orang. Sementara itu, pada tahap kedua terdapat 1.787 jemaah yang berhak melakukan pelunasan. Namun, hanya 644 jemaah yang berhasil melunasi hingga batas akhir. “Ada 1.143 CJH yang tidak melakukan pelunasan sehingga tak berangkat tahun ini,” tuturnya.
Seperti diketahui, besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Embarkasi Surabaya tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp93.860.981, dengan komponen BPIH yang harus dibayarkan jemaah sebesar Rp60.645.422.
Penetapan biaya tersebut mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2025. Kabupaten Gresik diperkirakan memberangkatkan sekitar 7,5 kloter untuk tahun 2026.
Persiapan keberangkatan bagi jamaah yang sudah melunasi terus berjalan. Proses administrasi diperkirakan telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah kelengkapan dokumen mulai perekaman biometrik, paspor, hingga kelengkapan administrasi lainnya sebagian besar telah diselesaikan. [dny/kun]






