Surabaya (beritajatim.com) – Bek Timnas Indonesia U-23 Komang Teguh mendaftar kuliah di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Dia menjadi atlet ke-53 yang kuliah di Kampus Sejuta Inovasi tersebut.
Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB) UM Surabaya Radius Setiyawan mengatakan bahwa pihaknya kini memang tengah melakukan ekspansi atlet di luar Jawa Timur.
Komang Teguh sendiri merupakan pemain kelahiran Bali yang kini tengah membela Klub Liga 1 Indonesia Borneo FC asal Samarinda, Kalimantan Timur. Saat Piala Asia U-23 di Qatar kemarin, Komang turut mengantarkan timnas hingga menembus babak semi final.
“Jadi, untuk tahun ini kita lebih ekspansif tidak hanya di lokal Jatim. Tapi ada pemain-pemain yang memang dari klub-klub nasional dari luar Jatim, itu bagian komitmen dari kampus untuk memberikan beasiswa prestasi pada atlet,” kata Radius, Kamis (15/8/2024).
Terkait dengan mekanisme pembelajaran, UM Surabaya telah menyiapkan model kuliah yang disesuaikan dengan aktivitas Komang di klubnya. Radius meminta, menjadi pemain sepak bola tetap harus menjadi prioritas Komang.
“Kami berharap bahwa meskipun kuliah, tapi prestasi harus tetap jadi prioritas. Paling tidak kalau ada jadwal latihan dan lain-lain tetap dikomunikasikan sehingga kami bisa memberikan konversi soal itu,” katanya.
Sementara itu, Komang menyampaikan terima kasihnya kepada UM Surabaya atas beasiswa atlet yang diberikan. Ia menyadari bahwa pendidikan merupakan hal penting sebagai bekal di masa mendatang.
“Alhamdulillah saya bisa kuliah di sini, karena atlet itu tidak bisa seterusnya. Kalau pendidikan itu bisa. Saya mengambil Prodi S1 Manajemen, karena itu bisa jadi bekal nanti ketika membuat usaha bisnis,” tuturnya.
Sebagai pemain profesional, Komang juga bertekad untuk terus berlatih dengan keras. Apalagi, persaingan di klub maupun di Timnas Indonesia saat ini semakin kompetitif, termasuk karena datangnya para pemain diaspora.
Saat ditanya soal rencana Shin Tae-yong memanggil sejumlah pemain bertahan di timnas, Komang mengaku jika hal itu bukan menjadi permasalahan. Justru inilah yang memotivasi dirinya untuk terus berlatih lebih keras.
“Menurut saya pribadi, itu keputusan pelatih. Kalau misalnya Coach Shin memanggil pemain bertahan apalagi dari naturalisasi, itu keputusan pelatih. Dia yang tahu bagaimana kondisi tim. Jadi, menurut saya lancar saja,” katanya.
Ia pun berpesan kepada para pemain lokal untuk bekerja lebih keras lagi agar dapat menembus skuad timnas. Sebab, ia tahu betul bahwa untuk masuk ke tim nasional dibutuhkan kerja keras dan disiplin yang tinggi. “Tidak mudah masuk ke timnas. Kita harus lebih kerja keras dan disiplin. Paling utama disiplin,” pesannya. [ipl/but]






