Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan jamaah haji asal Indonesia, termasuk dari Embarkasi Surabaya (SUB) di Jawa Timur, setiap tahunnya menghadapi perjalanan udara nonstop selama 10 hingga 12 jam menuju Arab Saudi.
Di dalam ruang pesawat yang terbatas dengan ketersediaan air yang minim, muncul dilema besar: bagaimana menjaga kesucian wudhu dan melaksanakan salat fardu tanpa melanggar aturan penerbangan?
Kegagalan memahami protokol ibadah di atas awan ini tidak hanya memicu kecemasan spiritual, tetapi juga berisiko mengganggu kenyamanan penumpang lain. Jawaban atas teknis rukhsah (keringanan) ini menjadi krusial agar ibadah tetap sah meski raga berada di ketinggian 30.000 kaki.
Dilema Bersuci: Wudhu di Toilet atau Tayammum?
Prioritas utama dalam bersuci tetaplah menggunakan air. Jika fasilitas toilet pesawat berfungsi normal, jamaah tetap diwajibkan melakukan wudhu secara sempurna. Tantangannya adalah ketersediaan air yang terbatas dan area yang sempit, namun hal ini tetap sah selama anggota wudhu terbasuh air sesuai rukunnya.
Landasan hukum wudhu merujuk pada firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ…
Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti faghsilū wujūhakum…
Artinya: “Wahai orang-orang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat maka basuhlah wajahmu…” (QS. Al-Mā’idah: 6)
Namun, jika kondisi tidak memungkinkan—seperti antrean toilet yang terlalu panjang, air habis, atau jamaah sulit bergerak—Islam memberikan alternatif berupa tayammum. Jamaah dapat menepukkan tangan pada dinding pesawat atau sandaran kursi yang bersih (mengandung debu tipis) untuk mengusap wajah dan kedua tangan.
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا
Artinya: “Jika kalian tidak mendapatkan air maka bertayammumlah dengan tanah yang baik.” (QS. An-Nisa: 43)
Menentukan Waktu Salat dan Arah Kiblat di Udara
Menentukan waktu salat di pesawat tidak seudah di darat karena perbedaan zona waktu yang bergerak cepat. Jamaah sangat disarankan memantau informasi dari kru kabin atau menggunakan aplikasi waktu salat yang memiliki mode penerbangan. Perkiraan posisi matahari melalui jendela juga dapat menjadi indikator manual.
Dalam perjalanan jauh ini, jamaah berstatus sebagai musafir dan berhak menggunakan keringanan jamak (menggabungkan dua waktu salat) dan qashar (meringkas jumlah rakaat).
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَجْمَعُ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَبَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِي السَّفَرِ
Artinya: “Rasulullah ﷺ menjamak antara Dzuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya ketika safar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Terkait arah kiblat, jamaah dianjurkan berusaha menghadap kiblat saat takbiratul ihram. Jika pesawat berbelok atau arah berubah di tengah salat, hal tersebut dianggap sah karena kondisi darurat perjalanan.
Teknis Gerakan Salat: Berdiri atau Tetap di Kursi?
Idealnya, salat dilakukan dengan berdiri di area luang seperti galley (dapur pesawat) atas izin kru kabin. Namun, jika kondisi turbulensi atau ruang tidak tersedia, salat dapat dilakukan secara duduk di kursi penumpang.
Gerakan rukuk dilakukan dengan membungkukkan badan sedikit, sementara sujud dilakukan dengan bungkukan yang lebih dalam dari rukuk.
Prinsip ini berdasar pada hadis sahih:
صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ
Artinya: “Salatlah berdiri. Jika tidak mampu maka duduk. Jika tidak mampu maka berbaring.” (HR. Bukhari).
Tips Strategis untuk Jamaah Haji
Agar ibadah di pesawat berlangsung “sat-set” dan tetap khusyuk, jamaah berpengalaman menyarankan beberapa langkah praktis. Pertama, membawa botol semprot kecil berisi air untuk wudhu mandiri di kursi (dengan alas agar tidak membasahi lantai pesawat).
Kedua, menggunakan kaos kaki wudhu yang memudahkan proses mengusap kaki. Ketiga, memastikan aplikasi penunjuk kiblat dan waktu salat sudah terinstal dan dapat diakses luring sebelum lepas landas.
Ibadah yang fleksibel ini menunjukkan bahwa syariat Islam tidak pernah menyulitkan penganutnya, terutama bagi mereka yang sedang menempuh perjalanan suci menuju Baitullah. [ian]






