Banyuwangi (beritajatim.com) – Blue Flame satu-satunya di dunia hanya ada di TWA Kawah Ijen. Lalu bagaimana proses terbentuknya blue flame ini? Berikut cerita singkatnya.
Ketua Harian Geopark Ijen Banyuwangi Abdillah Baraas menyebut, Blue Flame muncul karena tekanan gas yang berinteraksi dengan belerang. Keluarnya H2S dipermukaan dengan suhu tinggi, menimbulkan api dengan warna biru. Sehingga kemudian dijuluki dengan api biru.
“Blue flame muncul seperti halnya kompor gas. Berbeda dengan kompor minyak yang menyala melalui kapiler. Ada gas dari sistem magmatik dibawah Ijen sehingga H2S keluar dipermukaan dengan suhu tinggi kemudian berinteraksi dengan belerang menimbulkan api biru,” katanya, Senin (31/1/2022).
Kemunculannya menjadi pemandangan eksotik yang sangat ditunggu-tunggu oleh wisawatan. Tak ayal, Kawah Ijen selalu menjadi daya tarik karena fenomena api biru hanya bisa dijumpai di gunung ini.
“Mungkin mulai sekarang bisa disosialisasikan dan diluruskan bahwa Ijen kita ini memiliki satu-satunya blue flame yang ada di kawah gunung api aktif di dunia,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gunung-ijen”]
Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.386 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi.
Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah blue flame (api biru) di dalam kawah yang terletak di puncak gunung tersebut. Pendakian gunung ini bisa dimulai dari dua tempat, yakni dari Banyuwangi atau dari Bondowoso. (rin/ted)






