Malang (beritajatim.com) – Kabar tidak sedap berhembus dari Arema FC jelang akhir kompetisi Liga 1 musim 2024/2025. Manajer Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas tersandung masalah hukum terkait dugaan peredaraan rokok ilegal.
Sumber dari Bea Cukai menyebut Wiebie sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 5 Mei 2025 lalu usai penggrebekan pada 4 Mei 2025 atau sehari sebelumnya.
Menanggapi hal ini, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi prihatin atas kasus yang menjerat Wiebie. Yusrinal yakin Wiebie menghormati dan mengikuti segala ketentuan hukum yang berlaku. Dia meminta semua pihak bijaksana menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah.
“Kami percaya sepenuhnya bahwa Bapak Wiebie akan menunjukkan sikap yang kooperatif dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Yusrinal, Minggu (11/5/2025)
Wiebie sendiri beberapa hari terakhir memang tidak tampak mendampingi tim. Manajemen Arema FC beralasan bahwa sejak dimulainya putaran kedua kompetisi Liga 1 Wiebie telah menyampaikan adanya keperluan untuk fokus pada kegiatan bisnis pribadinya, yang kemudian membuat dia nonaktif mendampingi tim.
“Keputusan ini kami ambil sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat sepenuhnya berkonsentrasi dalam menyelesaikan situasi ini. Kami memiliki keyakinan bahwa beliau akan memberikan kerja sama yang baik kepada pihak-pihak yang berwenang,” ujar Yusrinal.
Yusrinal memastikan kabar ini tidak mengganggu tim di sisa laga akhir kompetisi. Yusrinal yakin bahwa situasi ini tidak akan mengganggu keharmonisan dan kinerja tim Singo Edan secara keseluruhan.
“Kami memastikan bahwa semangat dan fokus tim Arema FC akan tetap terjaga dalam mengarungi sisa kompetisi. Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik,” ujar Yusrinal. (luc/but)






