Ponorogo (beritajatim.com) – Kebakaran yang menghanguskan kandang ayam potong di Desa Kaponan Kecamatan Mlarak Ponorogo menimbulkan kerugian materil yang fantastik.
Kerugian akibat kebakaran kandang 3 lantai itu mencapai angka Rp 1,8 miliar. Selain kerugian dari konstruksi bangunan, juga ada 33 ribu ayam potong yang baru diletakkan di kandang 2 hari ikut terbakar. Masih ada barang-barang di dalam kandang yang juga ikut terbakar.
“Banyaknya barang-barang di dalam kandang yang terbakar, kerugian ditaksir capai Rp 1,8 miliar,” kata Kapolsek Mlarak Iptu Rosyid Effendi, Jumat (4/10/2022).
Kronologis kebakaran kandang yang berisi 33 ribu ayam itu berawal saat salah satu karyawan yang tidur di kandang, mukanya kejatuhan kotoran dari atap. Otomatis, seketika itu yang bersangkutan terbangun. Nah, saat bangun itulah sekitar pukul 04.00 WIB langsung melihat keadaan dalam kandang sudah terbakar.
“Melihat kandang terbakar, saksi seketika membangunkan ketiga rekannya. Mereka melompat untuk menyelamatkan diri,” katanya.
Saat berada dibawah, mereka melihat bahwa api berasal dari kandang bagian tengah yang menjalar ke depan, dan bagian belakang yang ada blowernya. Kejadian saat itu sangat cepat. Hingga api sudah menjalar ke semua kandang yang terdiri dari 3 lantai.
“Tiap lantai ada 11 ribu ayam yang baru terisi 2 hari lalu. Lantai 2 dan 3 terbuat dari anyaman bambu yang diatasnya ada terpal dan skam yang masih kering. Sehingga mudah terbakar dan membuat api cepat menjalar,” ungkap mantan kanis reskrim Polsek Ponorogo Kota itu.
Kesimpulan sementara dari olah TKP, bahw kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada aliran kabel pemanas suhu yang ada dibagian tengah kandang. Sebab, selain pemanas suhu yang teraliri dari listrik, juga terdapat oemanas dari gas LPG. Pada sat cek di TKP, meteran PLN terdapat 3 panel, dimana semuanya dalam keadaan off.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kebakaran-ponorogo”]
Sementara aliran listrik yang terdapat di kandang tersebut, mulai aliran listrik yang terbagi menjadi 3 panel. Masing-masing panel menyalurkan listrik ke blower yang berada di bagian belakang. Selain itu juga untuk tungku pemanas suhu dan aliran lampu yang ada.
“Korban jiwa manusia nihil, hanya ada 33 ribu ekor ayam yang terpanggang,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, kejadian kebakaran melanda kandang ternak ayam potong di Kabupaten Ponorogo. Tepatnya di Dusun Kaponan 1 Desa Kaponan Kecamatan Mlarak. Si jago merah mengamuk hingga meluluhlantahkan bangunan kandang berlantai 3 tersebut. Tidak ada korban jiwa manusia dalam kebakaran tersebut. Namun, ayam potong sebanyak 33 ribu mati terpanggang yang baru mengisi kandang baru dua hari yang lalu itu.
“Kandang ayam potong yang terbakar tadi pagi milik CV CIOMAS Ponorogo kerjasama dengan Kades Kaponan Mawardi,” kata Kapolsek Mlarak Iptu Rosyid Effendi.
Selain bangunan dan puluhan ribu ayam potong yang terbakar, Rosyid menyebut masih banyak lagi barang-barang yang ikut terbakar di dalam kandang. Kerugian materil ditaksir sebanyak Rp 1,8 miliar. Jumlah kerugian itu terdiri dari rusaknya konstruksi kandang dan perangkat kandang. Selain itu juga sarana transportasi karyawan, barang-barang milik karyawan dan ternak ayam sebanyak 33 ribu ekor serta 100 kilogram pakan ternak.
“Kerugian materil dari kejadian kebakaran kandang ayam potong ini, mencapai Rp 1,8 miliar,” ungkap Rosyid. (end/ted)






