Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan kesiapan pengamanan mudik Lebaran 2025 dengan menargetkan zero accident. Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menekankan bahwa keberhasilan ini dapat tercapai melalui sinergi lintas sektor, melibatkan kepolisian, TNI, Satpol PP, tenaga kesehatan, hingga Dinas Perhubungan.
Prediksi menunjukkan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 28-30 Maret 2025, sementara arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada 5-7 April 2025. “Angka pemudik tahun ini terbilang tinggi, yakni sekitar 400 ribu orang yang diprediksi masuk ke Lamongan,” kata Dirham.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, sebanyak 269 personel gabungan telah disiapkan. Rinciannya meliputi 163 anggota Polri, 12 anggota TNI, serta dukungan dari Satpol PP, tenaga kesehatan, perhubungan, dan pemadam kebakaran.
Jalur Pantura dan Destinasi Wisata Jadi Fokus Pengamanan
Lonjakan mobilitas diperkirakan terjadi di jalur Pantura serta sejumlah destinasi wisata, termasuk Wisata Bahari Lamongan (WBL). Untuk mengantisipasi kepadatan, Jalan Lingkar Utara (JLU) akan dibuka sementara mulai 21 Maret 2025 guna mengurai kemacetan.
Selain itu, beberapa titik strategis seperti Pasar Babat, Alun-Alun Lamongan, dan WBL akan dilengkapi pos pengamanan dan pos pelayanan bagi pemudik.
Turunnya Angka Kecelakaan Jadi Motivasi
Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis bisa mencapai target zero accident, setelah sukses menekan angka kecelakaan mudik dalam dua tahun terakhir. “Pada 2023, terjadi 48 kasus kecelakaan saat mudik Lebaran, sedangkan pada 2024 turun drastis menjadi 15 kasus. Ini capaian luar biasa. Maka masuk akal jika tahun ini kita targetkan zero accident,” tegas Dirham.
Selain itu, pemerintah juga mendukung program mudik gratis, dengan menyediakan tiga bus hasil kolaborasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur, di mana satu di antaranya merupakan bantuan dari Pemkab Lamongan.
Untuk memastikan penanganan cepat bagi korban kecelakaan, Wabup Dirham menginstruksikan agar setiap pos pengamanan dilengkapi dengan tim medis, serta memastikan puskesmas 24 jam dan masjid-masjid siap siaga untuk memberikan bantuan.
“Ini semua bisa terlaksana dengan baik jika ada kerja sama lintas sektor yang solid,” pungkasnya. [fak/ian]






