Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan menargetkan perolehan 14 kursi DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Pemilihan Umum 2024. Lima tahun lalu, partai berlogo kepala banteng ini hanya memperoleh tujuh kursi.
PDIP Jember sudah menyiapkan regu penggerak pemilih (guraklih) yang terdiri atas dua orang di setiap tempat pemungutan suara. “Ini sudah kami tata lama. Saat Hari-H pemungutan suara, dia akan menjadi saksi kami,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Widarto, ditulis Sabtu (10/6/2023).
Tugas guraklih adalah berkampanye dan mempengaruhi masyarakat agar mau memilih calon legislator PDI Perjuangan dan calon presiden yang diusung. “Kami sadar bahwa harus bekerja keras. Tidak mudah, karena peta Jember ini kan dari pemilu ke pemilu rata-rata flat, antara pemenang dan partai lain selisihnya sedikit. Kami ingin menang,” kata Widarto.
Apa pertimbangan rasional menargetkan 14 kursi DPRD Jember? “Kalau jumlah suara yang diperoleh tetap seperti Pemilu 2019 dan disimulasikan dengan tujuh daerah pemilihan baru, jumlah kursi kami ada sembilan. Artinya untuk menjadi 14 kursi, sebetulnya kami tinggal menambah lima kursi lagi. Ini yang harus kami kejar di beberapa daerah pemilihan yang kemarin agak lemah, misalkan di Daerah Pemilihan Jember 2, Jember 3, Jember 4, dan di Daerah Pemilihan Jember 7 bagaimana kami mendapat dua kursi,” kata Widarto.
Sinergi dengan relawan pendukung Ganjar Pranowo juga dibutuhkan. “Kami harus akui bahwa selama ini yang dekat, mendukung, ngefans atau tergerak memenangkan Pak Ganjar belum tentu berafiliasi dengan PDI Perjuangan. Maka pekerjaan rumah kami adalah merangkul mereka untuk memenangkan Pak Ganjar sekaligus PDI Perjuangan,” kata Widarto.
“Kami akan terus-menerus berkoordinasi dan memberikan penjelasan yang cukup agar dukungan di parlemen untuk Pak Ganjar kuat, maka mendukung Pak Ganjar ya sebaiknya juga mendukung PDI Perjuangan. Kita bergerak sekali jalan untuk dua hal,” kata Widarto.
Saat ini di Dewan Pimpinan Pusat PDIP telah dibentuk koordinator relawan yang dikomandoi Achmad Baskara. “Nanti di tingkat bawah, kami akan breakdown. Nanti di kabupaten, kami akan mengoordinasikan relawan-relawan itu agar ada persamaan gerakan. Meski segmennya berbeda-beda, tapi pemahaman apa yang harus dikampanyekan itu harus dikoordinasikan juga biar sama,” kata Widarto. [wir]






