Blitar (beritajatim.com) – Hubungan antara Wali Kota Blitar dengan sang wakil diwarnai banyak perbedaan. Perbedaan antara keduanya bukan hanya terjadi pada hal-hal penting, soal kebijakan yang sederhana pun mereka berbeda.
Terbaru perbedaan keduanya terlihat soal kebijakan efisiensi, perihal penghematan bahan bakar minyak. Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mewacanakan berkantor dengan sepeda sementara Wawali Elim Tyu Samba memilih naik becak listrik.
Jika Wakil Wali Kota (Wawali) Blitar, Elim Tyu Samba memilih tampil mencolok dengan menaiki becak listrik, Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin lebih memilih gaya hidup sehat dengan mengayuh sepeda pancal.
Aksi simpatik Elim Tyu Samba menaiki becak listrik ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata bagi para penarik becak di Kota Blitar, sekaligus tindak lanjut dari bantuan 200 unit becak listrik yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto sekitar dua bulan lalu.
“Ternyata naik becak listrik itu menyenangkan. Hemat listrik dan tenang juga. Kita tidak kepanasan juga lho,” tutur Elim saat tiba di kantor.
Namun, gaya “nyentrik” sang Wakil Wali Kota ini ditanggapi dengan candaan segar oleh Wali Kota Syauqul Muhibbin. Mas Ibin mengaku lebih merekomendasikan penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi ke kantor bagi para ASN di lingkup Pemkot Blitar.
Bahkan, Mas Ibin berseloroh bahwa pilihannya menggunakan sepeda lebih bersifat personal dan jauh dari kesan formalitas berlebihan.
“Saya lebih ke sepeda ya, karena tidak ada gambar saya juga (di sepeda itu),” canda Mas Ibin.
Lebih lanjut, Mas Ibin menjelaskan bahwa gerakan “Ngantor Pakai Sepeda” sebenarnya sudah mulai menjalar di lingkungan Pemkot Blitar. Beberapa Kepala Dinas terpantau sudah mulai menerapkan kebiasaan sehat ini.
Meski mendukung penuh setiap upaya inovasi transportasi, Mas Ibin mengaku sempat merasa sungkan jika aksi bersepedanya ini dianggap sebagai ajang pamer semata.
“Saya sebenarnya belum takut kalau dibully, saya cuma takut dibilang pencitraan kalau cuma dilakukan sekali saja. Makanya ini mulai kita biasakan,” ungkapnya. (owi/but)






