Magetan (beritajatim.com) – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menghadirkan Beasiswa Mahasiswa Yatim, sebuah program kemanusiaan yang menyasar mahasiswa yatim yang tengah berjuang meraih gelar sarjana.
Program ini menjadi bagian dari dedikasi LMI di bidang pendidikan, dengan misi mulia untuk memberikan harapan dan dukungan finansial kepada mahasiswa yang membutuhkan. Melalui beasiswa ini, LMI berharap dapat menjadi jembatan bagi mereka yang bertekad melanjutkan pendidikan, meski terkendala oleh kondisi ekonomi.
Dua sosok pertama yang menerima manfaat dari program ini adalah Desta dan Indra. Keduanya menjadi simbol keteguhan hati dan semangat pantang menyerah.
Desta, mahasiswi asal Semarang, membagi waktunya antara kuliah dan berjualan kue hasil tangannya sendiri di lingkungan kampus. Usahanya ini bukan sekadar demi bertahan hidup, tetapi juga sebagai bentuk pembuktian bahwa keterbatasan tak seharusnya menjadi penghalang dalam meraih ilmu.
Sementara itu, Indra dari Magetan telah menorehkan prestasi membanggakan dengan menyandang gelar Duta Genre Favorit. Namun, di balik pencapaiannya, Indra harus menghadapi tekanan finansial yang tidak ringan sejak ditinggal orang tua. Perjuangannya menjadi cermin bahwa semangat belajar bisa tumbuh subur meski dalam keterbatasan.
Kisah Desta dan Indra menjadi inspirasi utama dari peluncuran Beasiswa Mahasiswa Yatim ini.
Winarsih, selaku pelaksana program, menyampaikan, “Kami ingin program ini menjadi jembatan bagi para pejuang pendidikan yang kehilangan orang tua. Ini juga menjadi bukti nyata betapa besar dampak yang bisa diciptakan oleh para donatur,” ujarnya, Jumat (25/4/2025).
Program ini bukan hanya soal nominal bantuan. Lebih dari itu, ia membawa pesan harapan dan semangat baru bagi generasi muda yang sedang meniti jalan menuju masa depan. Melalui kontribusi donatur dan dukungan berbagai pihak, LMI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kesempatan yang adil bagi setiap anak bangsa untuk mengakses pendidikan tinggi.
Dengan semangat gotong royong, Beasiswa Mahasiswa Yatim menjadi bukti bahwa masa depan cerah bisa tercipta dari kepedulian yang nyata. [fiq/aje]






