Surabaya (beritajatim.com) – Dicabutnya status PPKM oleh Presiden RI, Joko Widodo membuat sejumlah sektor bergerak. Salah satunya sektor perumahan dan kontruksi di Surabaya.
Hal ini juga yang membuat BCI Central, perusahaan yang bergerak di bidang informasi konstruksi, menggelar Boutique Exhibition.
Kegiatannya ini, merupakan salah satu upaya BCI Central dalam mendekatkan diri dengan para pemain di industri konstruksi Jawa Timur secara umum, dan Surabaya secara khusus. Acara tahunan dengan nama BCI Equinox ini mempertemukan semua kalangan industri konstruksi dalam wadah networking yang diberi nama BCI Equinox.
Sebelumnya di 2017, Surabaya sudah menjadi lokasi penyelenggaraan yang melibatkan ratusan undangan profesional.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kontruksi”]
BCI Equinox sendiri merupakan boutique exhibition yang dikemas secara eksklusif dan terbatas bagi para undangan dari kalangan arsitek, profesional desain, konsultan konstruksi, kontraktor hingga pengembang dan diselenggarakan di Asia, Australia dan Selandia Baru.
Lewat rangkaian acara ini, BCI Central melalui BCI Equinox mengundang para pelaku dunia desain dan konstruksi di negara-negara terkait untuk saling membangun networking dan komunikasi yang santai dan kasual, sambil menyaksikan pameran produk, serta terlibat dalam presentasi profesional dan teknologi yang digelar sepanjang acara.
“Setelah 6 tahun berselang, BCI Equinox kembali ke Surabaya setelah selama bertahun-tahun hanya dilakukan di Jakarta. Melalui BCI Equinox 2023 Surabaya, BCI Central kembali menyediakan wadah bagi para pelaku industri untuk saling terhubung,” papar Pietter Sanjaya, General Manager BCI Central.
Selain menghubungkan para pelaku usaha konstruksi dan profesional di bidang yang sama, boutique exhibition kali ini menampilkan pameran produk dan teknologi konstruksi terkini dari 18 vendor dan exhibitor, serta asosiasi-asosiasi industri konstruksi besar yang menjadi partner BCI Central selama ini, yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur, Himpunan Designer Interior Indonesia (HDII) Jawa Timur, dan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Jawa Timur.[rea]







