Ngawi (beritajatim.com) – Kondisi jalan mulus tanpa lubang menjadi prioritas utama pada ruas nasional Ngawi–Solo menjelang arus mudik Lebaran. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mempercepat perbaikan guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan nyaman.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 BBPJN Jawa Timur–Bali, Candra Hervin Subandriyo, menegaskan percepatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pekerjaan Umum agar seluruh jalan nasional berada dalam kondisi bebas lubang saat mudik. Ia menyebut, tidak boleh ada kerusakan di setiap ruas, baik di Pulau Jawa maupun wilayah lainnya.
Perbaikan di ruas Ngawi–Solo telah dikerjakan sejak beberapa pekan terakhir melalui metode cold milling atau pengupasan lapisan aspal lama untuk mengembalikan kondisi jalan. Hingga kini, penanganan telah mencapai sepanjang 10,83 kilometer.
Saat ini, pekerjaan dilanjutkan dengan pelapisan ulang (overlay) satu lapis sepanjang 2,3 kilometer di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, serta Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar. Setelah itu, petugas akan melakukan pra-penandaan jalan (pre-marking) untuk membantu pengendara membagi lajur secara lebih aman.
BBPJN menargetkan pekerjaan rampung sebelum H-7 Lebaran. Meski semula ditargetkan selesai pada H-10, pelaksanaan masih mendapat toleransi waktu dari kepolisian lalu lintas. Pihaknya optimistis kondisi jalan akan tetap mulus dan bebas lubang selama periode H-7 hingga H+17 Lebaran.
Diperkirakan, arus kendaraan saat mudik akan meningkat di jalur arteri seiring peralihan sebagian pengguna dari jalan tol, terutama setelah kenaikan tarif pada awal tahun. Karena itu, kualitas jalan menjadi fokus utama demi menjamin keselamatan pemudik selama arus mudik dan balik. [fiq/aje]






