Pacitan (beritajatim.com) – Suasana Gedung Karya Dharma Pacitan, Rabu pagi (19/11//2025), dipenuhi keceriaan sekaligus ketegangan kecil dari puluhan anak yang mengikuti khitan massal yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pacitan.
Sebanyak 66 anak dari berbagai kecamatan hadir bersama orang tua mereka untuk mendapatkan layanan sunat gratis dengan metode modern. Sedangkan sunat 40 anak dilakukan di Kecamatan Punung Kamis (20/11/2025).
Dalam kegiatan ini, Baznas bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melalui Paguyuban Super Ring Pacitan. Sebanyak 25 tenaga medis dikerahkan untuk memberikan pelayanan terbaik.
Metode yang digunakan adalah metode ring, dengan bius tanpa jarum suntik, tanpa perban, dan anak-anak bisa langsung mandi setelah tindakan. Cara ini menjadi favorit masyarakat karena minim rasa nyeri dan proses penyembuhannya lebih cepat.
Anggota Paguyuban Super Ring Pacitan menyebut, metode ini setiap tahun semakin diminati. “Risiko nyeri sangat minim, anak-anak juga lebih nyaman,” ujar Nugroho.
Kegiatan yang dirangkaikan HUT Korpi, Hari Kesehatan ini merupakan gelaran tahun kelima yang diadakan Baznas Pacitan. Ketua Baznas Pacitan, Ustad Shodiq Suja’, mengatakan bahwa program khitan massal ini terlaksana berkat dukungan para ASN dan pimpinan OPD yang rutin menyalurkan zakatnya melalui Baznas.
“Semoga anak-anak menjadi aset bangsa, tumbuh sehat, dan menjadi generasi yang sholeh,” ujar Sodiq.
Khitan massal ini turut dihadiri Wakil Bupati Pacitan Gagarin Surambah, Staf Ahli Setda Pacitan, perwakilan Baznas Jawa Timur, Tim Penggerak PKK, serta sejumlah kepala OPD.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gagarin mengapresiasi kegiatan sosial yang terus berkelanjutan ini.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkesinambungan. Zakat dan sedekah di Pacitan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kesadaran masyarakat, khususnya para ASN, luar biasa,” kata Gagarin.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan zakat ke depan tak hanya difokuskan pada kegiatan sosial, namun juga pemberdayaan produktif.
“Yang perlu kita backup bukan hanya bantuan sosial, tetapi juga usaha produktif dan kewirausahaan agar muncul sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Secara bergiliran, para peserta masuk ke ruang tindakan. Menariknya, suasana berbeda tampak jelas tahun ini. Berkat metode ring dan bius tanpa jarum suntik, anak-anak terlihat jauh lebih tenang.
Hampir tak terdengar tangis atau jeritan ketakutan seperti yang biasa terjadi pada proses khitan massal. Wakil Bupati juga melihat langsung anak anak sambil memberikan semangat. (tri/ian)






