Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji langsung bereaksi keras. Ini ketika ditanya sikapnya sebagai pimpinan partai terkait langkah politik Wakil Ketua DPD Golkar Jatim, Bayu Airlangga yang mendukung Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketum Golkar.
“Apa yang disampaikan Mas Bayu tidak mewakili Golkar Jatim. Sikap Golkar Jatim sama dengan sikap Golkar Provinsi seluruh Indonesia, tidak ada alasan Munaslub saat ini,” tegas Cak Sar, panggilan akrab Sarmuji kepada beritajatim com, Selasa (1/8/2023).
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Bayu Airlangga berharap bahwa sosok Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) bisa membawa Golkar menang Pemilu 2024. Bayu menegaskan, dirinya mendukung Luhut menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
“Insya Allah Pak Luhut bisa membawa Golkar menang kembali, dan berjaya. Golkar harus menjadi partai pemenang kembali di Pileg 2024. Saya sebagai Wakil Ketua Golkar Jatim mendukung Pak Luhut untuk menjadi Ketua Umum Golkar,” kata Bayu kepada wartawan, Senin (31/7/2023).
Bayu menyatakan sosok Luhut adalah orang yang tepat untuk membangkitkan Golkar saat ini. Jika Luhut ketua umum, dirinya yakin suara Golkar akan naik dan berpeluang menang Pileg 2024.
Sarmuji telah menegaskan, jika ingin menjadi Ketua Umum Partai Golkar, maka ada mekanisme yang harus dilalui. Yakni, melalui Munas Luar Biasa (Munaslub) atau Munas yang rutin diselenggarakan lima tahun sekali.
“Untuk tampil sebagai ketum, memang ada mekanismenya. Apalagi kalau Munaslub, ada mekanisme yang harus diikuti. Persyaratan Munaslub di dalam AD/ART disebutkan Munaslub itu hanya bisa terjadi atas usulan DPD Partai Golkar Provinsi 2/3 di seluruh Indonesia,” katanya kepada wartawan di Kantor Golkar Jatim, Jumat (28/7/2023).
Baca Juga: Dukung Luhut Ketum, Bayu: Bisa Bawa Golkar Menang Pemilu 2024!
Sarmuji yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menjelaskan, Munaslub bisa terjadi jika ada dua hal mendesak yang melanda Golkar dan ada usulan dari DPD Provinsi.
“Jadi ada usulan dan atau persetujuan DPD Golkar Provinsi. DPD Provinsi di dalam melakukan permintaan dan persetujuan itu didasari beberapa hal. Karena kondisi darurat, ada hal ikhwal kegentingan yang memaksa, kemudian ada pelanggaran AD/ART atau DPP tidak bisa melaksanakan amanat Munas,” ujarnya.
“Nah, dari dua hal itu saat ini tidak terjadi dan belum terjadi. Pertama, belum ada suasana genting dan tidak ada ancaman ke partai per hari ini. Dan, tidak ada ikhwal kegentingan yang memaksa. Sampai hari ini belum ada pelanggaran AD/ART partai,” imbuhnya.
Sarmuji juga memuji kedua tokoh yang menyatakan siap menjadi Ketua Umum Partai Golkar, yakni Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia.
Sarmuji menyebut Luhut sebagai sosok yang paten untuk Golkar. Sedangkan, Bahlil disebut Sarmuji sebagai sosok hebat.
“Kalau terkait Pak Luhut dan Pak Bahlil, Pak Luhut itu paten. Pak Bahlil itu orang hebat. Kedua-duanya punya kontribusi besar untuk bangsa dan negara. Keduanya bekerja luar biasa. Karena kalau tidak luar biasa, nggak mungkin diangkat menjadi menteri sama Pak Jokowi,” tuturnya.
Baca Juga: Sarmuji: Tidak Ada Kegentingan dan Kondisi Darurat untuk Munaslub Golkar
Ketum Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) ini menyebut sosok Luhut atau Bahlil merupakan kader Golkar yang berkualitas dan mumpuni jika menjadi ketua umum Golkar.
“Pak Bahlil juga oke, Pak Luhut luar biasa. Pak Bahlil punya kelebihan fleksibilitas politik, Pak Luhut punya kelebihan kewibawaan politik,” katanya.
“Apakah beliau berdua memenuhi syarat? Keduanya memenuhi syarat menjadi ketum Golkar. Apakah mampu keduanya jadi ketum? Keduanya punya kapasitas untuk menjadi partai Golkar. Hanya saja untuk bisa menjadi ketum ada mekanismenya. Mekanismenya harus melalui Munas atau Munaslub,” lanjutnya.
Dia menambahkan, jika Luhut dan Bahlil bisa bersama membangun Golkar, maka peluang memenangkan Pileg 2024 terbuka lebar.
“Kalau Pak Luhut dan Pak Bahlil bisa bersama dengan yang lain, dengan Pak Airlangga Hartarto, dengan Pak Aburizal Bakrie, dan tokoh lainnya, Insya Allah Golkar akan semakin hebat,” tegasnya.
“Jadi, intinya Pak Luhut paten, Pak Bahlil hebat. Keduanya memungkinkan menjadi Ketum Golkar, tapi harus melalui mekanisme yang ada di partai,” pungkasnya. (tok/ted)






