Mojokerto (beritajatim.com) – Delapan bayi dilahirkan di tanggal cantik, 22-02-2022 di Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Dua diantaranya baru dilahirkan pada, Selasa sore dan ada beberapa ibu-ibu tengah menunggu proses persalinan.
Plt Kepala Ruang Bersalin Hasyim Asy’ari, Risky Amalia S.S.T.Kep mengatakan, hingga Selasa sore ada delapan bayi yang dilahirkan. “Dua diantaranya baru saja dilahirkan, data belum masuk. Apakah laki-laki atau perempuan? Dan apakah dilahirkan secara normal atau caesar,” ungkapnya.
Kelahiran pertama pada pukul 06.30 WIB dengan jenis kelamin laki-laki yang dilahirkan secara normal. Kelahiran kedua, pukul 08.15 WIB yakni bayi perempuan dengan kelahiran normal. Bayi perempuan kembali dilahirkan pukul 08.30 WIB, disusul bayu keempat laki-laki pukul 08.50 WIB dan bayi kelima, laki-laki dilahirkan pukul 09.30 WIB.
“Bayi ke-enam dilahirkan pukul 12.45 WIB yakni perempuan. Ke-empat bayi dilahirkan secara caesar. Untuk bayi ke-tujuh dan delapan belum masuk datanya karena baru saja dilahirkan. Ada beberapa yang masih menunggu proses kelahiran. Rata-rata warga Mojokerto, kalaupun ada warga luar ya sekitar saja. Seperti Mojoagung dan Sumobito, Jombang,” katanya.
Menurutnya, kelahiran di tanggal cantik tersebut kebanyakan ibu hamil mengalami kondisi tertentu sehingga tak bisa melahirkan secara normal dan bukan memilih tanggal kelahiran. Karena menurutnya, meski melahirkan secara caesar, ibu hamil juga tidak bisa memilih tanggal.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tanggal-cantik”]
“Iya jadi kalau caesar itu bisa pilihan tanggal kelahiran, tidak juga seperti iri karena ada kondisi tertentu yang mengharuskan dokter menyarankan agar segera dilakukan caesar. Kita tidak menanyakan secara detail ya terkait kelahiran di tanggal cantik ini apakah memang dipilih?,” katanya.
Masih kata Amelia, di RSI Sakinah penanganan ibu melahirkan cukup banyak. Dalam satu minggu bisa sampai 30 kelahiran hingga lebih. Meski jumlah kelahiran cukup banyak, RSI Sakinah cukup banyak Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menanggani proses kelahiran.
“Kita punya dokter kandungan empat orang. Kelahiran secara caesar, dilihat dari tingkat emergency. Kita tidak pernah atau jarang sampai merujuk pasien. Biasanya pasien datang akan dilakukan observasi, apakah bisa dilahirkan secara normal atau harus caesar? Namun kita mengarahkan untuk normal jika bisa,” ujarnya. [tin/but]






