Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya kembali mencatatkan sejarah dengan keberhasilan memisahkan bayi kembar siam Azizah dan Alzahra.
Bayi kembar siam asal Ngawi ini menjadi kasus ke-126 yang berhasil ditangani rumah sakit tersebut.
Azizah dan Alzahra telah menjalani perawatan intensif selama tiga setengah bulan di RSUD dr. Soetomo, mulai sebelum operasi hingga masa pemulihan pasca operasi. Setelah dinyatakan pulih, bayi kembar berusia delapan bulan ini akhirnya dipulangkan ke kampung halaman mereka di Ngawi.
PJ Gubernur Jatim dan Bupati Ngawi Antar Kepulangan
Sebelum keberangkatan, Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dan Bupati Ngawi menyempatkan diri menjenguk dan mengantar kepulangan bayi kembar siam tersebut.
Menurut Direktur Utama RSUD dr. Soetomo, dr. Cita Rosita Sigit, kasus ini tergolong kompleks karena Azizah dan Alzahra mengalami dempet panggul.
“Dempet panggul memiliki tantangan besar karena area tersebut dekat dengan tulang belakang yang memiliki banyak saraf penting,” jelasnya.
Operasi Pemisahan Libatkan 126 Dokter dan Tim Medis
Proses operasi pemisahan memerlukan persiapan matang dan melibatkan lebih dari 126 dokter serta tim medis. Operasi yang berlangsung selama 18 jam ini berhasil memisahkan kedua bayi tersebut dengan selamat.
“Keberhasilan ini berkat kerja keras seluruh tim RSUD dr. Soetomo dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar dr. Cita Rosita Sigit.
Biaya Ditanggung Pemerintah
Orang tua Azizah dan Alzahra, yang bekerja sebagai buruh pabrik dan pengemudi ojek online, tidak mampu membiayai operasi pemisahan tersebut. Seluruh biaya perawatan hingga operasi, yang mencapai Rp3 miliar, ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Adhy Karyono, PJ Gubernur Jawa Timur, menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim medis RSUD dr. Soetomo dan memastikan pemantauan kesehatan bayi tetap dilakukan.
“Kami memastikan perawatan pasca operasi bayi ini terus dipantau baik di Ngawi maupun di RSUD dr. Soetomo,” ujarnya.
RSUD dr. Soetomo Masih Tangani Lima Kasus Kembar Siam
Selain Azizah dan Alzahra, RSUD dr. Soetomo masih menangani lima kasus bayi kembar siam lainnya yang menunggu jadwal operasi. Rumah sakit ini terus menjadi rujukan utama di Indonesia untuk penanganan kembar siam berkat pengalaman dan keahlian tim medisnya. (ted)






