Ohio (beritajatim.com) – Kesenjangan kekuatan antara tim Eropa dan belahan dunia lain di Piala Dunia Antarklub dimulai dari Bayern Munchen. Bagaimana tidak. Baru matchday pertama, tim asuhan Vincent Kompany itu langsung tancap gas dengan menghancurkan Auckland City 10-0.
Sampai-sampai ada tiga pemain yang mencetak brace. Yakni Kingsley Coman (6′ dan 21′), Michael Olise (20′ dan 45+3′), serta Thomas Muller (45′ dan 89). Tetapi, man of the match jadi milik Jamal Musiala yang menciptakan trigol (67′, 73′, dan 84′). Satu gol lainnya disumbang Sacha Boey (18′).
Itu merupakan rekor kemenangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia Antarklub di semua format. Termasuk gol terbanyak yang diciptakan salah satu tim dalam satu pertandingan.
“Di Bayern, kami selalu mematok target tertinggi (juara di setiap ajang, Red). Kami serius di Piala Dunia Antarklub ini. Tetapi, di lain sisi juga tetap menghormati tim lain tanpa ada maksud meremehkan,” papar Kompany dilansir .
Tiga poin pada laga yang dimainkan di TQL Stadium, Ohio, itu sangat penting bagi Bayern jelang matchday kedua melawan raksasa Argentina, Boca Juniors, Sabtu (21/6). Sebab, kemenangan atas Boca bakal menggaransi Bayern satu tiket fase knockout.
Sebelumnya, Die Roten tercatat dua kali juara Piala Dunia Antarklub di edisi 2013 dan 2020. Bedanya, kala itu masih mengusung format lama dengan waktu penyelenggaraan yang singkat. Di format saat ini lebih kompleks dengan 32 tim peserta dan pelaksanaan yang memakan waktu sebulan. (dio)






