Munchen (beritajatim.com) – Harry Kane sempat sedih ketika Bayern Munchen hanya bermain seru 3-3 kontra RB Leipzig pada Sabtu (3/5/2025).
Hasil itu bukan sekadar gagal mengunci Meisterschale karena Bayern harus menang. Melainkan Kane yang hanya bisa menonton laga dari pinggir lapangan lantaran skorsing akumulasi kartu kuning. Bayern baru bisa memastikan gelar pekan depan melawan Borussia Monchengladbach.
Tetapi, 24 jam berselang, situasi berbalik 180 derajat. Bayern juara tanpa berkeringat. Itu disebabkan runner-up Bayer Leverkusen yang hanya bermain imbang 2-2 kontra SC Freiburg dini hari tadi.
Alhasil, selisih poin Bayern dan Leverkusen tetap 8 poin (76 poin berbanding 68 poin). Dengan dua spieltag tersisa, mustahil Leverkusen bisa mengejar perolehan poin Bayern.
Ini adalah gelar debut dalam 16 tahun karier profesional Kane. Bukan sekadar di level klub. Melainkan juga internasional bersama timnas Inggris. Sejauh ini, pencapaian terbaiknya hanya runner-up. Antara lain Liga Champions 2018–2019 hingga Euro 2020 dan 2024.
“We are the champions! Sensasinya luar biasa,” takarir Kane di Instagram-nya. Dia menonton laga Leverkusen vs Freiburg bersama rekan setimnya di Bayern dan berpesta bersama.
Bagi Bayern, Meisterschale kali ini cukup istimewa. Sebab, musim lalu mereka nirgelar. Bahkan, musim ini juga nyaris nirgelar lantaran tersingkir di DFB-Pokal dan Liga Champions. (dio/ted)






